PETRUS, SI BATU KARANG.

FANATISME POSITIF YANG PERLU DIKEMBANGKAN

Image

Kata Petrus kepada Tuhan Yesus : “ Guru, jika ada yang menangkap engkau, maka aku akan memenggal lehernya”

Jawab Yesus : “ Sebelum Ayam berkokok, kamu akan menyangkal aku tiga kali”

Setelah beberapa waktu, memang, Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Dan ia menangis meraung-raung karena sesal dan sedihnya. Tetapi sebaliknya, setelah peristiwa itu, Petrus menjadi batu karang, sangat fanatik kepada Yesus, sampai-sampai ia mati disalib terbalik karena kefanatismenya kepada Yesus.

Tanpa sikap fanatisme kepada Yesus yang telah dilakukan oleh murid-murid Yesus, maka tidak akan mungkin Gereja berkembang seperti sekarang ini. Fanatisme sangat absolute, sangat mutlak sangat penting dilaksanakan oleh semua orang yang berTuhan. (Disini istilah BERTUHAN diperkenalkan, sebagai pembeda dengan orang yang punya agama, tetapi tidak fanatis kepada Tuhannya, sebab beragama belum tentu BerTuhan, Bertuhan pasti beragama).

Petrus adalah seorang yang sangat fanatik kepada Yesus, sebab hanya dialah yang mengakui bahwa Yesuslah Sang Mesias, ketika murid-murid yang lain sedang bimbang. Diapun dijuluki oleh Yesus sebagai BATU KARANG, karena sifatnya yang keras, tahan uji, dan fanatik kepada Yesus.

Yosua bin Nun, adalah salah satu orang yang sangat fanatis juga kepada junjungannya, Nabi Musa. Hanya Yosualah, yang menyatakan Musa adalah SANG PEMBEBAS ketika orang Israel lainnya masih bimbang dan ragu-ragu dalam menunggu Sang Pembebas itu. Setelah Raja Fir’aun mengijinkan atas permintaan Musa untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, maka Yosua bin Nunlah kemudian yang menjadi panglima komando perang Musa. Apa kata Musa diikutinya 100 persen tanpa melenceng sedikitpun. Tanpa sikap fanatik yang ditunjukan Yosua kepada Musa, maka bangsa Israel tidak pernah keluar dari tanah Mesir dan sampai detik ini masih dalam jajahan Mesir. Bahkan setelah Musa mangkat, maka Yosua bin Nunlah yang meneruskan tugas Musa dalam perjuangan bangsa Israel untuk menemukan tanah perjanjian.

Saudaraku, keberhasilan kita dalam berTuhan adalah sangat terpengaruh akan sikap fanatisme positif dalam hati kita kepada Tuhan. Jaman dahulu, orang yang memegang jubah Yesus saja, bisa langsung sembuh dari pendarahannya, sapu tangan Petrus mampu mengobati berbagai macam penyakit, doa Petrus mampu membangkitkan orang mati, nyanyian Paulus mampu mendatangkan Malaikat surga turun ke bumi. Selain itu, tindakan Yohanes dalam menyendiri di Pulau Patmos mampu melihat akhir jaman dan melihat surga serta bertemu Allah Bapa di surga. Keteguhan hati Stephanus, mampu melihat surga, ketika ia masih hidup. Dan lain-lain, dan lain-lain serta dan lain-lain.

Itulah kunci sebab-musababnya, umat sekarang kok loyo, kurang percaya diri, bingung, mudah menyerah dan pembimbang. Sikap fanatisme yang kendor, akan melemahkan iman dan sikap fanatisme yang positif dan kuat, akan menimbulkan kekuatan iman dan keteguhan hati, walau tantangan banyak menghadang di jalan.

Didalam kehidupan sehari-hari, fanatisme positif sangat ditentang dan dikucilkan oleh masyarakat pada umumnya, tetapi sebenarnya, malah sikap itulah yang paling benar. Seperti halnya murid-murid Yesus pada waktu itu, mereka juga dikucilkan, dihina, diburu dan dibunuh oleh masyarakat pada masa itu. Saat ini juga, jika kita mempunyai fanatisme positif kepada Tuhan, pasti kita juga mendapat perlakuan seperti itu juga oleh masyarakat kita saat ini. Tetapi sebenarnya, itu hanyalah penguji iman saja. Bertahanlah untuk terus fanatis kepada Tuhan, disitulah iman kita teruji.

Disini akan dilampirkan sikap Fanatisme positif yang perlu dikembangkan, walau mungkin bertentangan dengan rasio dan dogma gereja sekarang, tapi whatever inilah yang betul. Yaitu :

  1. Fanatislah bahwa jika kita memang murid Yesus, pasti kita bisa melihat surga pada waktu kita masih hidup di dunia ini. Sebab, bukti bahwa kita murid Yesus adalah pencurahan Roh KudusNya secara nyata dan fakta. Dan Roh KudusNya adalah instrument Allah yang maha dahsyat dalam mencapai surga yang maha agung, ketika masih hidup di dunia ini. Kebalikannya, jangan pernah mengakui sebagai umat Yesus, jika tidak mampu menembus alam surga ketika masih hidup. Jangan pernah mengaku anak Allah, jika tidak mampu menembus Rumah Allah Bapa di Surga ketika masih hidup. Sebab seorang anak harus tinggal dirumah Bapanya, yaitu di Surga.
  2. Kasih sejati hanya milik Yesus, dan hanya Dia jualah yang mampu melakukan Kasih sejati itu secara sempurna dan absolute. Kita tidak akan pernah mampu melakukan Kasih sejati yang sempurna sampai kapanpun. Tetapi jika Dia (Roh Yesus / Roh Kudus) ada dalam tubuh kita dan kita (roh kita telah berbaur dengan Roh Yesus) tidak ada dalam tubuh kita lagi, maka kasih itu akan sempurna dalam tindakan kita. Maksud statement ini adalah : Bahwa jika Roh Yesus telah berbaur sempurna dengan roh manusia kita di dalam tubuh kita, maka, sifat Kasih Yesuslah yang akan nampak dalam tindakan kita, pikiran kita dan sikap kita serta sifat2 jelek kita akan sirna hari demi hari, yang disuatu saat nanti  akan menyucikan tubuh dan roh kita Sebenarnya, kasih itu tidak dapat sempurna dilakukan oleh setiap orang, tetapi siapa saja yang mampu NGEDOMPLENG ketenaran Yesus dalam dirinya secara benar, dialah yang mampu melakukannya. Jika aku ada di dalam tubuhku, aku ada di dalam pikiranku, aku ada dalam hatiku maka Dia tidak ada, tetapi jika aku tiada maka Dia akan ada dan hadir dalam hidupku, sebab aku telah berbaur denganNya secara Roh. (ILMU PENYERAHAN DIRI INI SANGAT TINGGI SEKALI, TIADA YANG MAMPU MENGALAHKAN SEGALA ILMU DI ALAM JAGAD RAYA INI DIBANDING DENGANNYA. ITULAH ILMU PARA NABI YANG DIKARUNIAKAN TUHAN KEPADANYA : ILMU YANG PALING TINGGI THE HIGHEST DIMENSION )
  3. Fanatislah, bahwa: Kitab Suci itu tidak hanya sejarah tempo dulu, tetapi mutlak dan absolute bisa terjadi dimasa-masa saaat sekarang ini. Maksudnya adalah: semua kejadian ajaib dan mukzizat dalam Kitab Suci itu, pasti dapat juga terjadi pada saat sekarang ini. Jika ada anggapan sebahagian umat manusia yang percaya bahwa kejadian Kitab suci hanya terjadi untuk tempo dulu saja, maka sebaiknya bakar saja Kitab Suci itu, sebab tidak ada gunannya untuk dirinya, dan biarlah orang yang sesat itu mencari kitab sucinya sendiri di masa ini.
  4. Fanatislah bahwa Yesus sekarang di Surga, tetapi saat ini, yang masih di dunia adalah Roh KudusNya untuk menjaga umat manusia yang percaya. Kita tidak ditinggalkannya yatim piatu oleh Yesus, tetapi diberikannya penolong yang lain, Yaitu Roh Kudus. Jangan teriakin Yesus, sebab Dia sudah di surga menyiapkan tempat, tetapi mintalah pertolongan kepada Roh KudusNya, dan RohNya inilah yang akan menolong kita/dan menghubungkan ke Yesus. Banyak orang yang salah kaprah dalam menerangkan hal tentang Roh Kudus, sebab mereka tidak pernah mengenal dan bertemu denganNya. Percayalah hanya pada orang yang telah bertemu dan mengenal Roh Kudus, sebab kesaksiannya adalah benar. Fanatislah jika saat ini saudara belum menemukan RohNya itu, maka jangan pernah berharap bisa mencapai surga itu. WASPADALAH.
  5. Fanatislah bahwa: kita harus berjuang dengan berpeluh, meneteskan air mata, penuh dengan penderitaan dalam mencapai surga. Jika kita merasa terlalu mudah untuk mencapai surga, maka waspadalah, bahwa sebenarnya kita belum menemukan jalan itu. Tidak ada dalam sejarah dan di dalam Kitab Suci, bahwa anak-anak terang Allah terlalu mudah untuk mendapatkan Surga. Kesemuanya, harus berjuang dengan mati-matian untuk mendapatkan Surga itu. Banyak orang yang berbicara dan terlalu memudahkan tentang proses pencarian ke Surga, hal ini sebenarnya sangat berbahaya, sebab mengakibatkan kita jadi tidak waspada dan kurang hati-hati, serta memudahkan kita jadi sangat mudah tergelincir dalam langkah dan mudah jatuh dalam dosa.. ORANG BANYAK BERPENDAPAT BAHWA SETIAP UMAT YESUS PASTI DIHAPUS DOSANYA, PENDAPAT INI SANGAT SALAH. YANG BETUL ADALAH : SETIAP UMAT YANG DIAKUI OLEH YESUS SAJALAH YANG PASTI DIHAPUS DOSANYA.
  6. Fanatislah bahwa : Roh KudusNya sangat dahsyat kuasanya, mampu menyucikan diri dari dosa, penghubung ke Allah Bapa di Surga, penuntun ke Surga, dan merupakan instrument Yang Maha Dahsyat untuk berkomunikasi dua arah dengan Allah Bapa Di Surga. Dengan demikian, bersifatlah fanatis dengan sangat kuat dan berpeganglah dengan sangat teguh, bahwa semua agama-agama di dunia ini tiada arti dan tiada kuasa, serta sia-sia adanya, jika telah meninggalkan peran Roh Kudus dalam setiap kegiatan keagamaannya. ATAU LEBIH TEPATNYA, SETIAP AGAMA (BAIK KATHOLIK, KRISTEN, ISLAM, BUDHA DLL) YANG MENINGGALKAN KEKUATAN ROH KUDUS ADALAH AGAMA SESAT DAN UMATNYA SEDANG MENUJU KE KEHANCURAN, YAITU NERAKA ABADI.
  7. Fanatislah bahwa : Kita manusia ini, sangat kotor, hina dina, pendosa, iri, dengki, pemarah, cinta dunia dan yang buruk-buruk. Untuk masuk ke surga, maka membutuhkan ZAT PENYUCI atas segala dosa dan kebusukan kita, penyuci itu hanya satu, yaitu Roh Kudus. Penghapusan dosa manusia hanya berhasil jika disitu ada Roh Kudus yang berkerja, selain itu, maka penghapusan dosa hanyalah sebagai kalimat puitis, yang tiada berarti. WASPADALAH, terhadap pemimpin jema’at, Ulama, pendeta dan biksu yang hanya pandai mengungkapkan kalimat puitis tentang pertobatan tetapi buktinya hanya palsu belaka. Sebab mereka belum mengenal atau lebih tepatnya mengesampingkan kuasa Roh Kudus Tuhan yang dahsyat itu. Aneh kadang-kadang memang, banyak pemimpin buta hatinya tetapi pengikutnya jutaan walau menuju ke dalam kehancuran. Sebab jaman dahulu kala, para pemimpin jema’at telah memberi contoh yang benar, tetapi saat ini diabaikan begitu saja, yaitu bahwa PERAN ROH KUDUS ADALAH SESUATU YANG MUTLAK DAN ABSOLUTE, SIAPAPUN DIA YANG MENGGUNAKAN KEKUATAN YANG MAHA DAHSYAT INI, AKAN DISELAMATKAN PADA HARI PEMBALASAN (JUDGEMENT DAY). Demikian disampaikan puisi yang membangkitkan kekuatan iman kita: Bukan Surga yang kuharapkan, bukan Neraka yang kutakutkan melainkan hanya bergantung erat kepada Roh Kudus sajalah yang kudambakan. Sebab, dengan bergantung dengan RohNya, aku akan menyentuh Allah Bapa Di surga seketika itu juga. Jadi, ketika aku berada di Surga aku akan terbekati sebab bersamaNya, jika aku jatuh dalam Neraka aku tidak kepanasan sebab tetap bersamaNya yang RohNya melindungiku, ketika aku di dalam alam kematian, aku tetap tidak sendiri sebab Dia bersamaku dan menjagaku dan ketika aku pada jaman kiamat, aku tetap terbekati sebab Dia mendekatiku.
  8. Fanatiklah bahwa : Hari semakin bertambah,, makin banyak sekte-sekte atau agama-agama baru yang saling mengkritik terhadap agama lainnya. Dari Musa, timbul agama Yahudi. Dari Yesus timbul banyak agama yang terpecah-pecah dari Katholik Roma, Katholik Orthodok, Katholik Anglikan dll, Kristen pecah menjadi Methodist, Pentakosta, Protestan, Saksi Jehova, bethel dll. Dari nabi Muhhamad menjadi Islam yang terpecah menjadi Islam Suni, Islam syi’ah, Ahlus Sunah Wal’jamaah, di indonesia pecah menjadi Muhamadiyah dan dll. Budha pecah dengan Tibetian dan Kanton. Waspadalah …… hanya Roh Kudus saja kuncinya. Agama pecah, karena disitu tidak menyertakan peran Roh Kudus, akal dan pertimbangan manusia merasuki agama, kekecewaan manusia meliputi pembentukan agama baru dan kesombongan manusia menginfiltrasi agama baru. Saudaraku, apakah kita menyerahkan nasib hidup setelah mati kita pada sesuatu yang belum pasti keselamatannya ?. Fanatislah untuk berkata TIDAK. Nasib kita hanya ditentukan kepada sesuatu yang juga berasal dari Allah, yaitu ROH KUDUS, end of story. Silahkan agama itu saling pecah dan saling menuding, silahkan terjadi perang salib ke dua, silahkan terjadi perang dunia ke tiga dan silahkan meteor menghancurkan bumi, tetapi fanatislah BAHWA KITA TETAP BERPEGANG DAN TEGUH UNTUK BERGANTUNG KEPADA ROH KUDUS.
  9. WASPADALAH, WASPADALAH, WASPADALAH. Dunia hancur atas keinginannya, tetapi Anak-Anak terang akan semakin gemilang dalam menaklukan Dunia, sebab Terang Roh Kudus ada padanya. Orang lebih berbangga mencari sesuatu yang akan ditinggal di dunia ini, tetapi melupakan harta surga yang sangat indah. Sayang-sayang seribu sayang.
  10. Fanatiklah, fanatiklah, dan fanatiklah seperti para suci berfanatik tentang Tuhan. Fanatiklah seperti para nabi bersikap, fanatiklah seperti umat pilihan bersikap.

Image

With the holy-spirit of God, I will be Joy. The spirit lifts me up to the holy-father presence. No mater how, I will be saved by the greatest power of God Spirit. 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s