BERGURU PADA YESUS

Image

Sudahkah mengenal Dia ?

Allah Bapa di Surga adalah Zat yang maha gaib, kekuatannya untouchable, sangat suci, highest dimension in the universe, tidak bisa ada yang mampu mengalahkanNya, Maha Tinggi, Maha segala Maha, dan Maha Kasih dan Penyayang.

Manusia adalah kotor, yang buruk-buruk, pemarah, pengomel, pengeluh, kurang bersyukur, kurang berterima kasih, penuh dengan dosa, rakus, mau menang sendiri, tidak mau kalah, egois, dan segala sifat-sifat yang buruk-buruk ada pada manusia. Tetapi sebenarnya, manusia pada saat dilahirkan sangat suci, insan kamil, tidak tercoreng oleh segala keinginan dunia, dan dapat mendengar suara malaikat. Setelah dewasa, maka dunia makin lama makin masuk dalam otak dan perasaan manusia yang mengakibatkan manusia yang dulunya sangat putih, bersih dan suci menjadi kotor, rakus dan rapuh.

Demikianlah, Allah Yang Maha kasih itu akhirnya menurunkan segala NabiNya, untuk mengingatkan manusia untuk kembali mengingat asal muasal manusia itu. Tetapi nabi-nabi itu dibunuh dan dihujat bahkan ada pula yang disingkirkan dan di salib secara mengenaskan. Manusia yang dulu sangat putih pada waktu lahir itu kemudian telah durhaka dengan DIA yang punya segalanya.

Allah, tidak bisa berkomunikasi langsung dengan manusia, sebab, manusia akan hancur berserakan, seperti teori Fisika “ Higher dimension destroy lower dimension”. Menghadapi Matahari saja, dunia dan manusia terbakar, menghadapi laut saja dunia dan manusia tenggelam dan punah, menghadapi jatuhnya meteor pada masa purba saja Dinosaurus yang raksasa punah tak berbekas, menghadapi hujan saja manusia banyak yang mati, menghadapi Bom Atom saja Nagasaki dan Hiroshima luluh lantak, menghadapi gunung meletus saja, banyak manusia yang mati. Kekuatan bom Atom, Gunung meletus, badai dan jatuhnya Meteor tidak sebanding dengan kekuatan Allah di Surga. Maka tidak mungkin manusia bertemu dan menyentuh Allah secara langsung, bahkan Nabi Musapun (yang tentu saja adalah utusanNya), tidak mampu secara langsung memandang wajah Allah.

Tetapi Allah adalah Maha Cinta, untuk itu diutusnya Roh Kudus untuk berkomunikasi dengan manusia dan menyampaikan kemauanNya dalam menyelamatkan umat manusia yang dicintaiNya dengan bahasa yang dimengerti manusia, yaitu bahasa manusia. Roh Kudus itu kemudian masuk ke dalam seorang utusan atau nabi, yaitu : Musa, Daud, Sulaiman, Yesus dan lain-lain. Maka sekarang manusia bisa belajar dan berguru kepada Utusan itu tadi yang datang sebagai pembawa Roh Kudus dengan bahasa manusia.

Trinitas adalah berarti 3 adalah satu, satu adalah tiga.

–         Salah, yang mengatakan Trinitas adalah Allah yang mempunyai kepribadian 3.

–         Salah, yang mengatakan bahwa Roh Kudus sudah tidak ada lagi di dunia saat ini

–         Salah, yang mengatakan bahwa ada yang mengaku, saat ini, ketemu Tuhan Yesus di dunia ini

–         Salah, yang mengatakan bahwa antara para nabi tidak ada hubungannya. Sebenar-benarnya para utusan itu saling sambung menyambung dan ada benang merah yang menghubungkan mereka, yaitu Roh Kudus.

Senyata-nyatanya, Trinitas berarti :

Allah Bapa karena kasihnya ingin mengingatkan manusia, kemudian dikirimkanNya Roh KudusNya yang maha dahsyat. Tetapi karena Roh KudusNya tadi sangat suci maka harus  membutuhkan wadah yang sangat suci pula. Wadah itu adalah tubuh manusia yang hidupnya suci, rohnya suci, dan menjalani zuhud (meninggalkan keinginan dunia). Akhirnya, roh manusia yang suci tadi berbaur dengan Roh KudusNya yang suci pula dan tinggal dalam satu tubuh manusia. Manusia itu kemudian menjadi utusan untuk menyampaikan perintah Allah dengan bahasa manusia. Jadi ada tiga, yaitu :

  1. Allah Bapa, yang Highest dimension, untouchable
  2. Allah Roh KudusNya, zat yang maha dahsyat dan merupakan pancaran sinarNya.
  3. Allah Putera atau Tubuh Manusia atau wadah Roh Kudus, yang telah disucikan dan mampu mensucikan, yang menjadi seperti semacam perantara (walau sebenarnya Dia sendiri yang datang pada manusia ini). Manusia ini kemudian disebut Tuhan.

Image

Dan ketiganya bersatu, yang mempunyai arti : nomor 3(Manusia Kudus/Tuhan) adalah nomor 2 (Roh KudusNya) adalah nomor 1 (Allah). Tiga adalah satu dan satu adalah tiga, jika kita ingin melihat Allah, maka lihatlah kuasa dan kasihNya pada Sang Tuhan/Yesus sebagai wadah Roh Kudus.

Ketika salah satu wadah (tubuh manusia / yaitu Yesus) wafat dan naik ke surga, maka Roh Kudus tadi tidak dibawaNya ke Surga tetapi diserahkan (atau lebih tepatnya berpindah secara otomatis) ke penerusnya yaitu wadah/tubuh manusia yang telah suci pula, yaitu Yohanes (murid Yesus, yang telah berguru kepada Yesus). Tubuh manusia bernama Yohaneslah kemudian menjadi wadah Roh KudusNya dan menjadi penyampai firman Tuhan, dengan terbukti Yohanes menerima Wahyu dari Allah, bahkan mampu melihat Allah Bapa di surga. Yohanes mampu melihat Tahta Allah, disebabkan karena tubuhnya sebagai wadah Roh Kudus telah layak atau disucikan dan yang paling penting, bahwa Roh Kudus telah masuk dalam tubuh sucinya.

Saat ini, Roh Kudus sudah berhampir pada suatu wadah yang kamil mukamil, suci dan mensucikan, yang menghubungkan manusia kepada Allah bapa di surga, tetapi banyak yang tidak mengenalnya. Carilah Tuhan itu, baru bisa menyentuh Roh KudusNya, setelah itu langsung bisa menyentuh Allah Bapa di surga. Bergurulah kepada Yesus, baca injil dan Kitab suci secara silmutan untuk mendapat arti yang tersirat.

Tubuh Yesus saat ini sudah di surga, tetapi RohNya masih ada di dunia ini untuk menjaga kelanggengan manusia dan alam semesta. Jika Roh Kudus itu sudah tidak ada di alam semesta ini, maka Kasih Tuhan sudah tidak ada lagi terhadap alam semesta, sebab RohNya yang dikasihiNya sudah tidak ada lagi di sana, maka kemurkaan Allah Bapa di surga akan hadir di alam semesta, itulah Kiamat datang, tetapi waktunya tiada yang tahu, sekalipun malaikat.

Jika, anda setelah membaca Kitab Suci mempunyai rumus seperti dibawah ini :

          Kitab Suci + Injil                  =       Roh Kudus

maka sebenarnya anda telah menguasai kitab suci itu.

Tetapi, jika anda mempunyai kesimpulan  seperti dibawah ini :

          Kitab Suci + Injil                  =       Firman Tuhan

                                                                   Nasehat

maka sebenarnya anda masih jauh dalam penguasaan Kitab Suci.       

Rumus, diatas pasti banyak yang menentang. Tetapi senyata-nyatanya, demikianlah sebenarnya jika kita mau berguru pada Yesus, berguru pada Roh Kudus dan berguru kepada Allah Bapa di Surga. Jangan berguru pada manusia yang tidak tahu menahu pada Roh Kudus, sebab kesaksiannya sangat dipengaruhi oleh akal pikirannya dan itu menghasilkan cinta keduniawian. Dan akar dari cinta keduniawian adalah kehancuran di akhirat nantinya, walaupun manusia hidup di dunia ini cuma 70 – 125 tahun sangat pendek bila dibandingkan dengan hidup di akhirat yang trilyunan tahun lebih. Apakah kita mau rela menukarkan hidup pendek dengan hidup yang abadi ?.

Layaknya kita saat ini di dunia ada dalam kapal, yang sedang mengarungi lautan dunia. Kita akan berlabuh di akhirat. Jika air dunia ini masuk dalam kapal kita, maka lama kelamaan kapal kita akan tenggelam, dan tidak akan sampai ke tujuan, yaitu akhirat. Tetapi jika kita tetap pertahankan kapal itu untuk tidak kemasukan air dunia, maka kapal kita akan sampai ke tujuan akhir yaitu akhirat yang mulia, Surga.

 

                                                                                                Close to God, He be with you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s