ROH KUDUS YESUS

After All This Time, YOU Are Still The One I Love

Dianalisa dan diurai oleh:

Abdi Dalem Kanjeng Sinuwun Yang Mulia Roh Kudus Yesus

Daftar Isi:

Bab 1               Ayat-ayat Injil Yang Mendukung Ttg Roh Kudus

Bab 2               Executive Summary

Lampiran 1       Konsep Trinitas

                        Lampiran 2       Roh Kudus Carier Berdasarkan Kitab Suci dan Injil

Gunung akan ku daki, lautan akan ku seberangi, badai akan ku terjang, api akan ku injak, lembah akan ku lewati, hujatan dan cacian akan ku kesampingkan dan sakit derita akan ku lupakan untuk mencari dan mendapatkan Seorang Guru Yang Sejati, Pokok Anggur Yang Benar, penuntunku ke Surga, dimana teduh aku besertaNya

Dipersembahkan Sebagai Rasa Syukur Yang Tidak Terhingga Kepada:

Para Suci, Para Wali, Para Santo dan Santa, Para Pecinta Roh Tuhan, Para Pendeta, Para Romo, Para Biksu, Para Guru Yang Mengajarkan Kesantunan, Para Orang Tua Yang Mendidik Ketuhanan, Para Pemimpin Yang Memberi Contoh Keteladanan dan Kehormatan serta Yang Terakhir Para Sahabatku di Dalam Tuhan.

 

 

 

M O T O

 

Di dadaku ada Mu

 

 

 

 

BAB 1

AYAT-AYAT INJIL YANG MENDUKUNG TENTANG ROH KUDUS

May God bless you always!?

Nobody can close to God without using His Holy Spirit, nobody can survive in this crazy world without having closed relationship with His Spirit, nobody can come unto to the holy God presence without using his name be they savior. Be careful, life is short, use your time smartly.

Mencari Roh Kudus dan mendekati untuk bermesraan denganNya serta BERMANUNGGALING DENGAN ROH YESUS, sama artinya dengan:

–         Mendidik diri dalam berprilaku kedisiplinan, keteraturan, integritas, keberanian, kebijaksanaan dan kesopanan melebihi seorang patriot sejati.

–         Memerangi diri untuk menekan dan menghilangkan hawa nafsu dan angkara murka yang ada di dalam diri.

–         Mendidik diri dalam mengembangkan hidup dalam pola kesantunan dan kesederhanaan, tidak haus akan indahnya dunia, tidak ngongso dan adil dalam berpikir yang jernih dan seimbang.

–         Nrimo ing pandum dan bersyukur apapun yang Tuhan beri dalam hidup kita.

–         Hidup mengalir laksana air di sungai, fokus dan terus maju menuju lautan luas.

–         Berprilaku santun dan hadap pada Guru yang mengajar kebenaran, Orang yang lebih tua, sahabat dan keluarga. Menjauhi prilaku buruk dan menjauhi keonaran serta anarkis.

–         Landep panggraitane. Tahu perasaan orang lain, tahu terima kasih, cepat meminta maaf, sayang sesama, tidak lupa diri, hidup sederhana, tidak neko-neko, tidak mudah sakit hati serta mudah melupakan kesalahan dan selalu melupakan kesalahan orang lain dan lebih banyak berpikir dari pada berbicara. Silent is a realy-realy gold.

–         Mendidik diri dalam proses menyucikan diri (suci hati, suci pikiran, suci niat, suci cita-cita dan suci dalam segala hal) hari demi hari. Kesucian dinilai bukan sebagai suatu hasil, tetapi suatu process usaha hari demi hari dan waktu demi waktu dalam mencapai kesucian itu. Ini mempunyai arti bahwa kesucian tidak pernah dicapai manusia yang hidup di bumi ini, tetapi proses usaha dalam mencapai kesucian itulah yang dilihat oleh Tuhan. Di dalam Al Kitab, Daud yang seorang hamba Tuhan pun selalu banyak mengalami ketidaksucian hidupnya, tetapi dia selalu maju hari demi hari dalam mencapai kesucian tersebut. Suatu saat ketika Daud melihat Bersyeba mandi, timbul keinginannya untuk memperistri Bersyeba, Tuhan marah pada Daud, tetapi setelah itu ia sadar dan memohon ampun kepada Tuhan Semesta Alam. Kesucian adalah proses bukan hasil. Contoh lain, seorang Wanita Tuna Susila bernama Maria Magdalena, ketika melihat Yesus dan ingin bertobat, maka ia dianggab suci, karena ia sedang menuju proses penyucian diri, walau ia masih menjadi Wanita Tuna Susila. Sekali lagi, kesucian adalah suatu proses. Dengan lebih ekstrim dikatakan tidak pernah ada orang suci di dunia ini, tetapi orang suci adalah orang yang sedang menjalani proses penyucian itu, walau ia masih pendosa. Tidakkah hebat Tuhan itu sayang sama kita ?. DENGAN KATA LAIN, MANUSIA TIDAK DAPAT MENCAPAI KE DALAM KESEMPURNAAN KESUCIAN, TETAPI ROH KUDUS YANG MENYATU DALAM ROH MANUSIA AKAN MENYUCIKAN DIRI ADI KODRATI MANUSIA ITU HARI DEMI HARI. TANPA BANTUAN KUASA ROHNYA, KESUCIAN ITU SEMU, TIDAK SAH. Sekali lagi kesucian adalah proses berbaurnya Roh Kudus dalam hidup manusia, absolutely.

–         Mendidik diri untuk mengerti tentang apa yang tersirat terhadap sesuatu hal, walau tidak terucap dalam kata-kata atau tertulis dalam suatu kalimat. Kebijaksanaan seseorang bisa dilihat dari kemampuannya dalam membaca pada apa yang tersirat tentang segala sesuatu di dunia ini, semakin ia pandai membaca apa yang tersirat daripada apa yang tersurat maka, makin bijaksanalah dia. SALAH SATU KEHANCURAN YANG TERJADI DI BANGSA-BANGSA DI DUNIA INI ADALAH, MAKIN MENIPISNYA ORANG YANG AHLI DALAM MEMBACA APA YANG TERSIRAT DARIPADA APA YANG TERSURAT. SEBAGAI CONTOH, PERAN SURAT KABAR YANG MEMBERITAKAN SESUATU YANG MIRING TENTANG SESUATU, MAKA DENGAN CEPAT DIRESPON OLEH ORANG-ORANG DENGAN EMOSIONAL TANPA MAU MEMBACA APA YANG TERSIRAT TERLEBIH DAHULU, SEHINGGA MENIMBULKAN PERBUATAN ANARKHIS, DENDAM, AMARAH, ANGKARA MURKA DAN KEHANCURAN. Di sinilah, bila kita ingat kata-kata Yesus kepada Perempuan-perempuan yang menangisiNya ketika Dia memanggul salib ke Golgota, kataNya “ Kamu jangan menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu sendiri “. Dengan kata lain bisa dikatakan “ Jangan tangisi Aku, sebab walau tampaknya Aku ini menderita dengan darah dan bilur menutupi tubuhKu, tetapi Roh Tuhan ada padaKu, tetapi kasihanilah dirimu sendiri, sebab angkara murka meliputimu dan Roh KudusNya menjauhimu hari demi hari, jiwamu menuju ke kehancuran

–         Mendidik diri untuk tidak haus akan pujian manusia. Everything I do I do it just for My God, statement ini indah tetapi sulit untuk dilaksanakan, tetapi process dalam pencapaian kesempurnaan statement tersebut di atas adalah proses mendidik diri untuk mendekati Roh Kudus. JIKA TANGAN KANANMU MEMBERI DERMA, JANGAN SAMPAI DILIHAT TANGAN KIRIMU demikianlah sabda Yesus.

–         Mendidik diri untuk tenang dalam menghadapi segala situasi apapun, baik derita suka cita. Ini memang sangat sulit untuk dilakukan dan mudah untuk di katakan, tetapi proses dalam mencapainya hari demi harilah yang Tuhan akan perhatikan. Orang yang sudah settle Roh Kudus duduk dalam dirinya (berbaur antara Roh Kudus dengan roh manusia) maka orang itu akan mampu menerima suka dan duka dengan sangat tawakal. Walaupun begitu, seorang Ayubpun yang tegar menerima cobaan, ketika sudah tidak kuat lagi menderita, Tuhan memberikan pertolongaNya, YANG PENTING TETAP GANDULAN DENGAN KANJENG ROMO ING SWARGA SECARA SAHIH.

–         Dan yang terakhir dan yang paling penting adalah: Mendidik diri dalam meng-Esa-kan Tuhan secara nyata dan praktek sehari-hari. Meng-Esa-kan Tuhan mempunyai arti yang tersirat antara lain sebagai berikut:

  1. Segala puji dan puja hanya bagi Tuhan.

Yesus pernah bersabda “ Jika engkau sudah mendapat pujian dari dunia, maka Bapamu di surga tidak akan memujimu lagi, hanya itulah yang kamu dapati jika engkau mengejar pujian dunia itu. Biarlah hanya Bapamu di surga saja yang ingin kamu dengar pujianNya itu, dan itu akan menenangkan jiwamu

Pujian manusia membuat hancur, kritikan dan ejekan manusia membuat tegar. Sapaan Tuhan menguatkan ketika dalam kondisi jatuh di lantai dasar ketegaran manusia. Aku cinta Engkau ya Tuhanku, di dalam Mu hatiku teduh.

  1. Meniadakan diri dan memunculkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.

Jika seseorang sudah berbaur ketat dengan Roh Tuhan, maka orang itu jadi ketakutan untuk memunculkan dirinya pada dunia, dia akan merendahkan dirinya, apa saja yang ia miliki, ia tidak pernah mengakuinya, sebab itu semua milik Tuhannya. Ia berusaha untuk semakin merendahkan dirinya serendah-rendahnya dan meninggikan Tuhannya setinggi-tingginya. Sabda Yesus “ Bapamu di surga akan merendahkan orang yang meninggikan diri dan meninggikan orang yang merendahkan diri

  1. Merendahkan diri sebagai seorang hamba, pengabdi dan pesuruh untuk kemulian Tuhan saja, just for my God. Hambamu ini hanya pesuruhMu, walau Engkau telah menjadikanku anakMu. Menjadi pengabdi Tuhan, tidak hanya duduk di Gereja, membersihkan lantai Gereja, atau ikut aktif dalam kegiatan upacara keagamaan di Gereja, tetapi bisa dilakukan dengan berprilaku pengabdi di dalam kegiatan sehari-hari, menebar kasih sayang, menolong sesama, motivator pada yang lemah, menenangkan pada yang gelisah, spiritual advisor pada yang kehilangan arah dan mengabarkan kehebatan Tuhan dalam hidup kita. Orang bilang menyebutnya “ KERASULAN AWAM
  2. My God is my Sunshine, only my sunshine, He makes me Hapy, and He finds me the way to His presence. Hanya Tuhan satu satunya kekuatan kita dalam menghadapi rimba di dunia ini, menggantungkan hati kita pada kasihNya menjadikan kita mempunyai SPIRIT FIGHTING yang tidak pernah menyerah walau menghadapi badai dan ombak yang ganaspun. Inilah rahasia kenapa seorang diri Musa mampu menantang kekuasaan raja Fir’aun, Elia mampu menghadapi kejahatan umatNya, Ayub mampu menerima derita dan kehilangan yang sangat menyakitkan, Ibrahim mampu menyembelih anak satu-satunya yang ia kasihi dan lain-lain. Sebab mereka (para nabi) total dalam menggantungkan hidupnya pada Tuhan, Tuhan menjadi kekasihnya dalam menjalani hidup di dunia ini.
  3. Eveything I do, I do it for only my God, my Lord.

Jika seorang Musa disuruh Tuhan untuk melakukan ini dan itu, kemudian ia tidak diterima oleh umatNya dan bahkan diejek dan didera dengan cacian, tentunya Musa senyum-senyum saja, sebab ia tida peduli apa pendapat orang, ia hanya peduli dan tunduk serta runduk pada perintah Tuhan, itu saja. Maka itu, Musa tetap fokus pada apa yang sedang dan apa yang akan ia lakukakn nantinya, ia hanya fokus untuk melakukan perintah Tuhan, walau tebing yang tinggi, curam dan terjal menghadangnya. Dengan mencontoh konsep seperti ini, kita akan teguh menghadapi dunia.

  1. Everything I see, I just see my God, my Lord.
  2. God who with us, Emanuel. Manunggaling Kawulo Lan Gusti.
  3. Only God is my savior, only God I depend for.
  4.  After All This Time, God Is Still The One I Love.
  5. I am nothing without hanging my hand in God shoulder.
  6. I love God, I please what everything God have done to me.

 

1.1. Ayat-ayat Mengenai : Roh Kudus

Kenalilah Roh Kudus Yesus di dalam Kitab Suci, here we are, we have presented for you, my best friend, about The Great Majestic Holy Spirit of God Almighty, semoga Tuhan berkehendak.

Yohanes 14, ayat 26

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu (Yesus), Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Ayat di atas bisa dianalogikan menjadi :

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Allah dalam nama pembawa Roh Kudus, maka, Roh Kuduslah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah pembawa Roh Kudus katakan kepadamu.

Jadi: Roh Kudus itu hidup, jika Yesus telah menasehati ini dan itu, dan ketika nasehat itu terlupakan oleh kita, maka secara otomatis (automatically) Roh Kudus akan mengingatkan kita akan nasehat itu. Roh Kudus Yesus itu hidup, faktanya: Ia mampu berbicara, memberi nasehat, memberi petunjuk, nyata, fakta, touchable, dan lain-lain, intinya Beliau Hidup selama-lamanya, Yang Awal dan Yang Terakhir, Alfa dan Omega.

Ketika Yohanes mendapat wahyunya, ia mampu berkomunikasi dua arah dengan Roh Kudus Yesus, dan RohNya memberi pengertian-pengertian baru, peringatan, nasehat, pencerahan dan vision yang akan terjadi di masa datang.

ROH KUDUS ADALAH INSTRUMENT YANG SAH UNTUK BERKOMUNIKASI ANTARA MANUSIA DENGAN KHALIKNYA, ROH KUDUS ADALAH INSTRUMENT UNTUK MELAKUKAN PERJALANAN INTER DIMENSIONAL, Apakah anda makin bingung?

Jangan bingung, karena semua yang dikatakan disini berdasarkan atas Kitab Suci yang benar dan didasarkan pada sabda-sabda Yesus sendiri.

Yohanes 4, 14

Tetapi barangsiapa minum air yang akan Ku (Yesus) berikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (AIR DISINI MEMPUNYAI ARTI YANG TERSIRAT SEBAGAI ROH KUDUS YESUS  yang akan diberikan pada siapa yang mengharapkanNya)

Maksud Yesus dalam ayat ini adalah:

Seseorang yang telah diberi urapan atau santunan Roh Kudus dalam dirinya dan doa oleh Utusan Allah itu, maka ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, sebaliknya Roh Kudus yang telah diberikan oleh Utusan Allah kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal dan menyelamatkannya sampai akhirat, nantinya. Dengan telah bermanunggaling antara kawulo (kita) dan RohNya, maka disaat akhir nanti kita secara otomatis akan diselamatkanNya, hebat bukan?

Matius 10, 19-20

(Nasehat Yesus kepada murid-muridnya, – red) Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu (Roh Kudus – red), Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Maksudnya, jika kita telah berImanuel, atau Bersatu dengan Tuhan (atau lebih kasarnya di katakan “ Telah Manunggal Karo Gusti secara Roh”), maka sebenarnya kita tidak perlu kuatir lagi menghadapi musuh dan segala ancaman, sebab disaat-saat terjepit (kepepet – jawa) Roh Kudus Yesus akan datang dengan segera untuk membantu kita melewati segala ancaman itu. Dialah yang akan berkata-kata dalam mulut kita, dan musuh tunduk terdiam takluk.

Jika kita ingat betapa hanya bersenjata ketapel saja seorang pemuda yang bertubuh kecil bernama Daud dapat mengalahkan raksasa Goliath.  Yaitu hanya dengan sekali bidik saja Goliath roboh, itulah rahasianya dapat terjawab disini. Daud hanya membidik ketapelnya, tetapi Tuhan menentukan targetnya yaitu jidat Goliath dan Tuhanlah yang memberi kekuatan pada batu ketapel yang dilempar Daud, sehingga menembus tengkorak kepala Goliath permanently. Jika Daud tidak beserta dengan Tuhan waktu itu mustahil pemuda itu mampu menumbangkan Goliath yang perkasa dan ditakuti itu. INTINYA DAUD HANYA BERTINDAK DENGAN MELEMPAR, TETAPI TUHAN MENENTUKAN TARGET DAN KEKUATAN YANG MEMBUNUH GOLIATH PADA BATU ITU. Jika dilihat pakai mata, maka Daudlah yang membunuh Goliath, tetapi jika kita baca apa yang tersirat, dan dianalisa dalam Roh, maka Tuhan Yang Menentukan segalanya.

Nasehat: Sertai Dia dalam setiap langkah hidupmu, bertindaklah dan tunggu, nanti Dia akan bertindak untuk melindungimu. Pautkan hatimu terus pada Tuhan, dan kamu akan menjadi pemenang, hanya tunggu saja Dia bertindak.

Yohanes 7, 37

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu. Yesus berdiri dan berseru:” Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum!. Barangsiapa percaya kepadaKu seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya

Ayat di atas bisa dianalogikan menjadi:

“ Siapa saja yang merasa haus akan kedamaian, haus akan kesucian, haus akan kebaikan, baiknya ia datang kepada Utusan Allah dan belajar padanya. Siapa saja yang percaya kepada Utusan Allah, dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Roh Kudus) karena syafa’at Utusan Allah itu.”

Datanglah pada Yesus dalam alam roh, lakukan perjalanan interdimensional untuk menembus alam roh dan melesat mencari Roh Yesus di surga, dengan bantuan seorang yang telah bermesraan pula dengan Roh Yesus, niscaya anda akan bertemu dengan Tuhan muka dengan muka, setelah itu, anda akan menikmati kedamaian surgawi yang sangat luar biasa. Jangan tunda, ini benar, itulah Yohanes menerima wahyunya, karena ia melakukan perjalan interdimensional.

Red : Perjalan Inbterdimensional adalah perjalanan dalam menembus berbagai dimensi yang ada di alam semesta ini. Dimensi yang ada di alam semesta ini terdiri dari, dimensi ruang (panjang, lebar, tinggi), dimensi waktu (kemarin, sekarang dan yang akan datang), dimensi ruh (kematian, kubur, alam penantian, neraka, surga, alam roh halus, dll), dimensi Ketuhanan (hanya nabi, malaikat, serta orang yang telah bermanunggaling dengan Gusti yang mengetahuinya, dan tidak dibahas di sini), dimensi interplaneter (Pluto, Venus, Saturnus, Mars, Jupiter, dll), dinemsi galaksi (Andromeda, Bima sakti (melky Way), Galleon, Black Hole dll). Dan dimensi-dimensi lainya yang belum teridentifikasi oleh umat  manusia.

Nabi dan siapa saja yang telah berbaur dengan Roh Kudus mampu, atau dimampukan oleh Tuhan untuk melakukan perjalanan interdimensional. Sebab pada intinya dimensi itu milik Tuhan. Mereka sering disebut sebagai INTERDIMENSIONAL TRAVELER atau Interdimensional Pilgrim, PEZIARAH BERBAGAI DIMENSI.

Jadi kita tidak perlu ragu bahwa seorang. Nelayan Miskin bernama Yohanes, yang tentunya hanya manusia biasa, tetapi telah mesra dengan Roh Gurunya (Yesus) mampu menembus dimensi Ketuhanan dan bertemu muka dengan muka dengan Yesus di Surga, lalu menembus dimensi waktu yaitu kejadian yang terjadi di masa yang akan datang dan-lain-lain (yang tertulis dalam Wahyu Yohanes). Sebab Roh KudusNyalah yang menyeret Yohanes untuk melakukan semua perjalanan pada berbagai macam dimensi itu.

Termasuk anda, jika Roh Kudus telah settle duduk dalam diri anda, maka suatu saat anda akan menjadi Interdimensional Traveler atau Interdimensional Pilgrim, tetapi sebelumnya telitilah diri anda dulu.

Hati-hati dalam mendiskusikan hal ini, sebab ini termasuk arti yang tersirat dalam Kitab Suci, tidak semua orang mengetahui tentang hal ini. Kuncinya tetap kepada Roh Kudus Yesus yang abadi, alva dan omega, air yang mengalir dan memancar tidak pernah habis, pelega jiwa yang kalut, penenang jiwa yang bergelora dan kekasih jiwa yang sahih.

Kisah Para Rasul 2, 1 – 8

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat (termasuk Yohanes – red). Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk, dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggab pada mereka masing-masing.

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya

Ayat ini menegaskan, bahwa setelah Yesus naik ke Surga, maka Roh Kudus Yesus tidak dibawanya ke Surga, tetapi dicurahkan atau diserahkannya kepada murid-murid yang mencintai dan mengikutinya. Disinilah terjadi kuasa maha dahsyat yaitu ketika Roh Kudus berpindah dari Yesus ke murid-muridnya, Roh Kudus telah berpindah dari tubuh suci Yesus ke salah seorang Muridnya yang telah suci pula karena Yesus menyucikannya. Siapakah dia, si murid itu, salah satunya adalah Yohanes, yang kemudian terbukti ia dapat mengalamai Wahyu. Yang mengakibatkan Yohanes mendapatkan banyak mujizat yang di dapat dari tempat yang maha tinggi.

Yohanes 14, ayat 15

Jikalau kamu mengasihi Aku (Yesus), kamu akan menuruti segala perintahKu (Yesus), Aku (Yesus) akan minta kepada Bapa (Allah) dan Ia akan memberikan kepadamu Seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu

Ayat di atas bisa di analogikan menjadi.

Jikalau kamu mengasihi Utusan Allah, kamu akan menuruti segala perintah Utusan Allah, Utusan Allah akan minta kepada Allah dan Allah akan memberikan kepadamu Seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kudus/Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Roh Kudus, sebab dunia tidak melihat Roh Kudus dan tidak mengenal Roh Kudus, bahkan dunia mengabaikan keberadaan Roh Kudus Yesus. Tetapi kamu (siapa saja yang telah bermesraan dengan Roh Kudus Yesus) mengenal Roh Kudus, sebab Roh Kudus menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu untuk selama-lamanya sampai ajal tiba menjemput kita. Roh Kudus Yesus itu kemudian BERMANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI DENGAN KITA YANG MENCINTAI TUHAN. Di dalam ajalpun Roh Kudus tetap beserta, jangan tinggalkan aku Tuhan. Dan RohNya itulah yang akan menyelamatkan kita di akhir jaman, di alam kubur, di ajal kita, sampai kepada kehidupan yang sangat kekal.

Matius 10, 5-8

Kedua belas murid itu (termasuk Yohanes – red) diutus oleh Yesus dan ia berpesan kepada mereka: ……. Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan, kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Ayat diatas menunjukkan kehebatan kuasa yang diberikan Yesus kepada murid-muridNya, kuasa mukjizat yang maha dahsyat dari tempat yang maha tinggi. Jadi jika menghadapi setan kita masih tunggang langgang dan ketakutan, maka lebih bijaksana kita meneliti dulu: SUDAHKAH SAYA MENGIKUTI AJARAN YESUS 100 % ?. Pertanyaan ini bagus, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita padaNya, bukan bermaksud mengejek diri tapi lebih condong hanya untuk introspeksi diri. (Rata-rata orang lebih suka mendapat pujian dari pada ejekan, walau sebenarnya ejekan itulah sebenarnya dapat mampu membangun diri kita dan mengkoreksi diri kita, sahabat yang sejati sebenarnya adalah musuh kita, sebab musuh kita itulah yang sebenarnya mengetahui segala kelemahan dan kejelekan kita)

Keluaran 3, 14

Firman Allah kepada Musa: “ Aku adalah Aku.” Lagi firman-Nya: “ Beginilah kaukatakan kepada umatmu itu: “ Akulah Aku telah mengutus aku kepadamu”.

Ayat diatas mempunyai maksud:

Allah Bapa di Surga telah mengutus diriNya (ZatNya/ RohNya/ Roh KudusNya) dalam diri tubuh Musa (Allah beserta dengan Musa/Rohani Musa telah berbaur dengan Roh Allah, Roh Allah telah bermanunggaling kawulo Musa dengan Gustinya) dan setelah itu, Musa menjadi pemimpin spiritual umat pada masa itu, Musa menjadi penghubung antara Tuhan dan umatNya. Tidak ada orang bisa bertemu dengan Tuhan selain lewat Musa (Analogi dengan sabda Yesus : Tiada orang yang mampu bertemu dengan Allah Bapa selalin lewat Aku)

 

Yehezkiel 37, 1

Lalu kekuasan Tuhan Allah meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaran Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah,… dan seterusnya.

Ayat diatas merupakan pengalaman spiritual Hamba Tuhan atau Utusan Allah yang bernama Yehezkiel, ketika beliau bermesraan dengan Roh Tuhan, yang mengalami suatu kuasa luar biasa dan diangkatnya ia ke dalam lembah, dan pengalaman itu ia tuliskan dalam Kitab Yehezkiel.

Jadi setiap umat yang secara benar telah bermesraan dengan Roh Kudus akan mengalamai pengalaman spiritual yang dahsyat sebagai interdimensional pilgrim, untuk menyetuh kedahsyatan kemuliaan Tuhan Semesta Alam.

 

1.2.             Ayat-ayat Mengenai Berguru Pada Roh Kudus

Yohanes 12, ayat 44 – 45

Barang siapa percaya kepadaKu (Yesus), ia bukan percaya kepadaKu (Yesus), tetapi DIA (Allah) yang mengutus Aku dan barangsiapa melihat Aku (Yesus), ia melihat DIA (Allah) yang telah mengutus Aku.

Atau bisa dianalogikan menjadi,

Barangsiapa percaya kepada Utusan Allah, ia bukan percaya kepada Utusan Allah, tetapi percaya kepada DIA (Allah) yang mengutus Utusan Allah itu, dan barangsiapa melihat Utsuan Allah, ia melihat Allah yang telah mengutus Utusan Allah itu.

Yohanes 14, ayat 23

Jika seorang mengasihi aku (Yesus), ia akan menuruti firmanku, dan Bapaku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Ayat ini bisa dianalogikan menjadi:

Jika seorang mengasihi Utusan Allah, ia akan menuruti sabda atau fatwa Utusan Allah, dan Allah akan mengasihi dia dan Kami (ruh Utusan Allah, dan Roh Allah) akan berbaur (secara rohani) dengan orang itu sehingga orang itu tidak nampak lagi, yang nampak hanya Allah dalam diri orang itu.

Maka kajian yang sangat tinggi ini sebenarnya telah diajarkan pula oleh Tuhan Yesus dua ribuan tahun yang lalu kepada murid-muridNya, walaupun saat ini kajian tersebut sudah tidak diurai lagi di gereja-gereja, dan bahkan telah hilang karena telah terjadinya distorsi, sungguh sayang seribu sayang.

Kebanyakan pemimpin jema’at berkotbah yang menggebu-gebu, tapi kosong inti saripatinya, sebab ia menyertakan pikirannya sendiri dalam pengenalan Tuhan, bukan dengan menyertakan Roh Allah itu sendiri.

Yohanes 1, ayat 18

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.

Ayat di atas dapat dianalogikan menjadi sebagai berikut:

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, tetapi Roh Allah yang ada di dalam diri Nabi/Hamba/Wali/Utusan Allah, Dialah yang menyatakanNya (atau melihatNya).

 

 

 

Matius 3, 13 – 17

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “ Akulah yang perlu dibaptis  olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku ? ”. Tetapi Yesus menjawab, kataNya kepadanya: “ Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menurutinya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun atasNya, lalu terdengarlah suara dari Surga yang mengatakan : “ Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan “

Ayat ini mengisahkan histori perpindahan Roh Kudus carier, dari Yohanes Pembaptis ke Yesus yang dilakukan dalam proses pemandian Yesus oleh Yohanes Pembaptis. Sejak saat itu, maka Roh Kudus telah berbaur/menyatu secara Rohani ke Tubuh Yesus.                                                                  

Demikianlah, telah terjawab kenapa para murid Yesus sangat sujud kepada Yesus, sebab Roh Kudus telah ditiupkan Allah ke dalam tubuh Yesus, pada waktu proses pemandian tersebut, walau dulu dalam kandungan Bunda Maria, Allahpun telah menyertakan RohNya kepadanya.

Yohanes 21, 29

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihani Yesus (Yohanes red.) sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata:” Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus:” Tuhan apa yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus:” Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu”.

Ayat ini mengisahkan dan menjelaskan bahwa Yesus telah mengabarkan “Penerusnya” atau penerima “Roh Kudus carier” setelah Yesus naik surga, yaitu kepada Yohanes (muridnya).  Arti kata-kata Yesus di atas adalah: bahwa suatu saat nanti, Yohanes akan menerima wahyu dan melihat Yesus (Roh Yesus) duduk di sebelah kanan Allah. Masa itu terjadi, ketika Yohanes mendapat karunia Roh Kudus untuk masuk ke alam surga sewaktu ia masih hidup di dunia ini. Dan ini ditepati Allah dengan memberi Yohanes karunia Wahyu, yang terkenal dengan nama Wahyu Yohanes.

Matius 17, 1 – 8                     

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Yesus naik ke sebuah Gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajahnya (wajah Yesus) bercahaya seperti matahari dan pakaiannya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa (nabi Musa) dan Elia (nabi Elyas) sedang berbicara dengan dia (Yesus).

Kata Petrus kepada Yesus: “ Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika engkau (Yesus) mau, biarkanlah aku dirikan di sini tiga kemah, satu untuk engkau satu untuk Musa dan satu untuk Elia. (nabi Elyas)“

Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “ Inilah Anak yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan, dengarkanlah dia.”

Mendengar itu tersungkurlah murid-muridnya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka dan berkata: “ Berdirilah, jangan takut “. Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat lagi seorangpun kecuali Yesus seorang diri.

Kisah dalam ayat di atas merupakan bukti yang sangat jelas bagi kita semua, bahwa jika kita telah bermesraan dengan Roh Kudus, atau hanya bermesraan dengan orang yang membawa Roh Kudus saja (dalam hal ini Yesus) kita mampu menembus interdimensional. Yaitu, murid-murid Yesus mampu melihat Musa dan Elia, yang hidupnya ribuan tahun lalu, bahkan mampu mendengar suara dari Surga. Ingat, jika kita sanggub berbaur dengan Roh Kudus atau hanya berdekatan dan cinta dengan si Pembawa Roh Kudus itu, maka saat ini juga, kita juga mampu mengalami pengalaman seperti dalam ayat di atas, dahsyat bukan? KEY WORD, KALAU KITA MAU KETEMU TUHAN YESUS, YA DEKATI DULU DENGAN ROH KUDUSNYA, ATAU DEKATI ORANG YANG TELAH BERMESRAAN DENGAN ROH KUDUS, ini kata yang sangat tinggi, jangan diabaikan, banyak orang yang masih kebingungan mengenai hal ini.

Kebanyakan sekarang orang mengklaim dirinya telah berbaur dengan Roh Kudus, tapi hanya di bibir saja, buktinya belum ada, hanya mengaku-aku saja. Kedekatan dengan Roh Kudus bisa dibuktikan dengan mengacu pada kitab suci. Orang yang berdekatan dengan Roh Kudus harus mengalami pengalaman spiritual yang hebat dan pasti sama dengan pengalaman spiritual yang telah ditulis dalam kitab suci, selain itu, maka, hanya kedekatan dengan Roh Kudus semu saja. Hati-hati sahabatku.

Matius 10, 1

Yesus memanggil kedua belas muridnya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya….

Salah satu berkah yang akan menyertai orang yang telah berMANUNGGALING KAWULO DAN GUSTI adalah berbagai kuasa mu’jizat yang akan dikuasainya, yang diberikan Tuhan pada orang itu. Walaupun begitu, hal mu’jizat ini bukanlah suatu tujuan, melainkan hanyalah segala sesuatu yang menyertainya.

Matius 11, ayat 28 – 30

Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan padamu, pikulah Kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan, sebab Kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.

Ayat ini bisa dianalogikan :

Datanglah setiap umat manusia yang berbeban berat, yang letih lesu, sedih, penuh dengan kekawatiran, dan tertimpa semua masalah untuk datang hanya kepada Utusan Tuhan Allah. Sebab beliau itu adalah seorang yang lemah lembut, berbudi luhur karena Allah, dan belajarlah kepada Utusan Allah, maka umat manusia itu akan mendapat ketenangan. Sebenarnya yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah Roh Kudus yang akan menyertai umat manusia yang datang pada Utusan Allah tersebut.

Yang mana Roh Kudus yang dianugerahkan pada orang itu akan memberikan kelegaan, meringankan beban, melembutkan hati, merendahkan hati, dan menenangkan diri dalam situasi apapun. Oh indah sekali cintaMu kepada kami Tuhan.

Yosua 1, ayat  2, 7 – 9

(Sabda Tuhan Allah kepada Yosua): Hambaku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau (Yosua bin Nun) dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang israel itu.

Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu (Allah) Musa, janganlah menyimpang ke kanan dan ke kiri, supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Ayat ini menunjukan bahwa setelah Musa meninggal dunia, maka Yosua bin Nun ditunjuk oleh Allah, untuk menjadi Utusan Allah dan “ Penerus “ Tugas Musa dalam memimpin umat. Begitu Musa secara zahir meninggalkan dunia ini, maka Roh Kudus berpindah secara otomatis ke Yosua, sehingga untuk selanjutnya, umat Musa harus mengikuti segala nasehat Yosua bin Nun, sebab apapun yang diperintahkan Musa adalah persis yang diperintahkan Yosua, yaitu dari perintah Allah.

Hal ini menjelaskan tentang urutan pembawa Roh Kudus (Holly Spirit Carier), atau turun-menurunnya Si Pembawa Roh Kudus. Berpindahnya Roh Kudus dari Musa ke assistennya yang bernama Yosua bin Nun, membuktikan bahwa Roh Kudus itu langgeng dan selalu ada di dunia yang fana ini, untuk memimpin semua umat Tuhan yang tidak mengabaikan keberadaan RohNya yang agung tersebut.

Yohanes 4, 23-24

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa (Allah) dalam roh dan kebenaran, sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam Roh dan kebenaran.

Ayat di atas bermakna:

Umat yang menyembah Allah secara benar adalah seseorang yang menyembahNya dengan roh manusia itu yang telah berbaur dengan Roh Kudus, sebab Allah adalah Roh. Yesus sudah dengan jelas menegaskan tentang hal ini, sudahkah anda mengetahuinya ?

Yohanes 6, 32

Kata Yesus kepada mereka (murid-muridnya): “ Akulah roti hidup; barang siapa datang kepadaku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaku, ia tidak akan haus lagi.”

Ayat ini bisa dianalogikan: Utusan Allah lah roti hidup, barangsiapa datang kepada Utusan Allah, ia tidak akan lapar dan haus lagi, sebab Sang Utusan Allah itu akan mencurahkan RohNya kepada siapa saja yang datang dan mengikuti ajarannya.

Matius 26, 41

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam percobaan, roh memang penurut, tetapi daging lemah.

Maksudnya adalah:

Roh manusia adalah penurut dan tunduk setiap perintah Allah, tetapi pikiran dan dalam keinginan daging manusia mudah jatuh dalam dosa. Maka umat manusia harus berjaga-jaga, bermeditasi dan berdoa setiap waktu supaya jangan jatuh dalam dosa, dan membiarkan keinginan roh lebih mengontrol keinginan daging atau dunia.

Proses pembersihan jiwa dengan bantuan Roh Kudus adalah suatu hal yang sangat vital dalam mencapai insan kamil dan menyucikan diri dalam melihat Tuhan dan beserta denganNya anytime, anyplace, anywhere and anyseason.

Insan Kamil adalah, jiwa, tubuh dan pikiran bayi yang masih dalam kandungan. Masih bersih, suci, dan dekat dengan Tuhan. Belum dirasuki oleh keinginan dunia yang fana ini.

Matius 7, 15

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri ?

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik, tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik …….. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Ayat di atas menekankan, bahwa di masa-masa mendatang akan banyak yang mengaku sebagai wali-wali / utusan-utusan Allah, atau nabi-nabi baru walau sebenarnya adalah penipu dan wali palsu yang akan berdiri menyesatkan umat manusia, layaknya seperti serigala berbulu domba. Untuk itu, Wali Allah atau Utusan Tuhan yang benar dapat dilihat dari buahnya, yaitu: asal usul keturunannya, berguru kepada siapa sajakah, bergaul kepada siapa sajakah, prilaku setiap harinya, keabaikan yang ia lakukan dan tindak tanduknya di kehidupan kesehariannya, demikianlah nasehat Yesus kepada murid-muridnya, untuk menghadapi masa-masa mendatang, dalam menghadapi penyesat-penyesat yang sangat halus tersebut.

Yakobus 3, Ayat 8

Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu …………….., Rendahkan dirimu dihadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Ada seorang hamba Tuhan pernah bernasehat: Jika dalam suatu kegiatan gereja atau keagamaan lainnya, dan kegiatan itu sukses dan berhasil dengan gilang gemilang, maka seyogyanya, orang itu berdoa sebagai berikut:” YA TUHAN, KEGIATAN KEAGAMAAN KAMI BERHASIL, TETAPI ITU SEMUA BUKAN KARENA USAHA HAMBAMU YANG HINA DINA INI, LEMBUT DAN RENDAHKAN HATIKU SELALU, UNTUK TIDAK MENONJOLKAN DIRI ”. 

Tapi jika kegiatan keagamaan tadi hancur dan banyak masalah, maka seyogyanya orang itu berdoa sebagai berikut:  “ YA TUHAN, KEGIATAN KEAGAMAAN KAMI HANCUR, AMPUNI HAMBAMU INI TUHAN, SEBAB ITU SEMUA MERUPAKAN KESALAHAN DAN KELALAIAN HAMBAMU INI, KUATKAN SERTA LEMBUTKAN HATIKU SELALU DALAM MENERIMA SEGALA CERCA DAN HINAAN”

Demikianlah, kita selalu merendahkan hati dalam segala hal apapun. Hanya pujian Tuhan saja yang kita kejar dan kita ingini.

Matius 10, 40

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku (Yesus), dan barang siapa menyambut Aku (Yesus), ia menyambut DIA (Allah) yang mengutus Aku (Yesus).

Ayat di atas bisa dianalogikan menjadi sebagai berikut:

Barangsiapa menyambut kamu (sebagai murid Utusan Allah), maka sebenarnya ia menyambut Utusan Allah, dan barangsiapa menyambut Utusan Allah, ia menyambut Allah yang mengutus Utusan Allah.

Yang artinya kita harus berhadap santun kepada orang yang bekerja untuk Tuhan, secara benar. Misalnya jika anda dengan aturan benar telah menjadi pesuruh Utusan Tuhan, atau anda sendiri adalah Utusan Tuhan itu, maka jika saya mencintai dan hormat kepada anda, maka sebenarnya saya cinta dan hormat kepada Allah sendiri. Inilah tali bertali antara Tuhan dan UtusanNya dan kita sebagai anak-anakNya, hebat bukan ?

2 Raja-Raja 2, 9

Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia (Nabi Ilyas) kepada Elisa (Nabi Ilyasa): “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “ Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari Rohmu.”….Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat ia dari jauh, mereka berkata: “ Roh Elia telah hinggap pada Elisa.” Mereka datang menemui dia (Elisa), lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ketanah.

Ayat di atas menjelaskan bahwa Roh Kudus berpindah dari Elia (Nabi Ilyas) yang naik ke surga (moksa) ke penerusnya yaitu Elisa (Nabi Ilyasa), dan setelah itu, umat Tuhan sujud sampai ke tanah kepada Elisa, sebab Ia telah menjadi “ Penerus Roh Kudus carier” menggantikan Elia. Haleluya, jadi Roh Kudus itu kekal di dunia ini, bahkan sampai detik ini Roh Kudus ada, cari Dia, my friend, jangan sampai terlambat.

Roh Kudus adalah kekal di dunia ini, hanya si pembawaNya saja yang silih berganti dari waktu ke waktu. Roh Kudus itu adalah RohNya Yesus, Roh Tuhan, Guru Yang Sebenar-benarnya Guru, Guru Sejati Yang Paling Hakiki. IA ADALAH PENUNTUN KITA KE SURGA. BILA BERMESRAAN DENGANNYA, DIMANAPUN KITA BERADA (Dunia, Di Dalam Kubur, Di Surga ataupun Di Neraka) IA AKAN MENJADI PEMBELA KITA.

 

 

 

1.3.            Ayat-ayat Mengenai Pembaptisan

 

Matius 3, 13 – 17

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis (dimandikan / dibai’at / dibaptis) olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “ Akulah yang perlu dibaptis (dimandikan / dibai’at) olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku ? ”. Tetapi Yesus menjawab, kataNya kepadanya: “ Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menurutinya. Sesudah dibaptis (dimandikan / dibai’at / dibaptis), Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun atasNya, lalu terdengarlah suara dari Surga yang mengatakan: “ Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan “

Demikianlah, walau seorang Anak Allah sekalipun, Yesus tetap membutuhkan pembaptisan atau pemandian yang dilakukan atau dibantu oleh seorang yang telah suci pula hidupnya, yaitu Yohanes Pembaptis. Kitapun harus mencontoh tentang apapun yang telah Yesus jalani dalam hidup ini, yaitu salah satunya adalah bahwa kita harus juga dibaptis oleh orang yang benar-benar telah suci hidupnya, insan kamil, mampu menghadirkan Roh Kudus secara nyata dan fakta serta Roh Kudus benar-benar hadir dalam proses pemandian tersebut.

Pemandian bukanlah hanya suatu proses ceremonial saja, tetapi merupakan proses penyucian yang punya kuasa dahsyat, yaitu Roh Kudus benar-benar hadir dan nemplok dalam hati yang paling dalam pada diri manusia itu dan selanjutnya Roh Kudus menjadi pembimbing bagi siapa saja yang telah menerima prosesi pemandian ini DALAM MENUJU HIDUP YANG KEKAL BERSAMA TUHAN.

Kalau ada seorang pemimpin jema’at yang mengaku-aku sudah bisa melakukan proses pemandian tetapi ia tidak bisa kontak langsung dengan kuasa Roh Tuhan, maka paling bijaksana, leher orang itu diikat dengan tali yang ujungnya diikat dengan batu seberat 1 ton, lalu diceburkan ke tengah laut. Hal ini dilakukan supaya ia tidak memberi kesesatan lagi dikemudian hari pada umat manusia lainnya.

Keluaran 19, ayat 10

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu, suruhlah menguduskan diri pada hari ini dan besok dan mereka harus mencuci pakaiannya, menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga Tuhan akan turun di depan bangsa itu di Gunung Sinai “

Pada jaman Musa, sebelum umat manusia menerima kehadiran Tuhan, maka merekapun harus menguduskan diri, membersihkan diri, menyucikan diri selama 3 hari. Setelah hari ketiga baru Tuhan hadir, tanpa proses pengudusan diri ini, maka Tuhan tidak akan hadir atau umat itu tidak mampu menerima kehadiran Tuhan itu sendiri.

Coba sahabatku berpikir sejenak mengenai beberapa hal dibawah ini :

  1. Umat Musa harus bersuci diri selama 3 hari sebelum Tuhan hadir.
  2. Yunus 3 hari di dalam perut Ikan.
  3. Tuhan Yesus 3 hari di perut bumi dan kemudian bangkit dari antara orang mati.
  4. Konsep Trinitas, ketigaan Tuhan dan ke 3 nya Esa.

INTINYA: TANPA PROSES PENYUCIAN DIRI, ROH KUDUS TIDAK AKAN PERNAH HADIR DALAM HIDUP KITA. Proses penyucian diri bisa di gambarkan sebagai hancurnya sebuah batu besar oleh tetesen air yang kecil tetapi terus menerus yang tidak berkesudahan. Hari demi hari, waktu demi waktu, detik demi detik air menetesi batu besar itu, lama kelamaan batu besar itu berlubang-lubang, lalu retak dan hancur berkeping-keping. Air digambarkan sebagai proses pendekatan insan manusia kepada Roh Kudus, dan batu besar diumpamakan sebagai dosa dan ketidaksucian.

Menyucikan diri sama dan sebangun artinya dengan mendekati Roh Kudus.

Yohanes 3, 3-6

Yesus menjawab kataNya “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Kata Nikodemus kepadaNya “ Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua?, dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi ? “. Jawab Yesus: “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah Roh.

Ayat ini bisa ditegaskan artinya menjadi:

Sesungguhnya seorang yang dilahirkan kembali secara Roh (atau lebih tepatnya DIBAPTIS dalam Roh Kudus), orang itu pasti masuk surga, sebab Roh Tuhan telah berhampir padannya dalam proses pembatisan tersebut bersama Rohani pembawa Roh Kudus Yesus. Tanpa dibaptis atau dilahirkan kembali secara roh maka orang itu tidak akan pernah bisa masuk surga sampai kapanpun. Disinilah tingginya ilmu yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridnya untuk keselamatan kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

EXECUTIVE SUMMARY

–         Roh Kudus adalah RohNya atau Roh Yesus, Alfa dan Omega. Yang Awal dan yang Terakhir.

–         Roh Kudus selalu menyertai para Nabi, utusan Tuhan, Rasul, Hamba Allah dan wali-wali Allah dalam memenangkan tugas-tugas sucinya di dunia ini.

–         Roh Kudus adalah sebenar-benarnya merupakan benang merah yang menghubungkan para Nabi, Rasul dan para Wali Allah dari jaman Adam sampai saat ini, semenjak dunia terkembang sampai akhir jaman.

–         Injil merupakan buah karya Roh Kudus yang telah berwadah pada Tubuh Yesus, Injil yang asli adalah Tubuh Yesus, nasehat Yesus, dan tindakan Yesus yang merupakan pancaran Roh KudusNya. Injil yang sekarang di gunakan di gereja-gereja sebenarnya sebuah tulisan sejarah atau hadist yang sahih tentang Yesus yang telah ditulis oleh perawi-perawinya (Lukas, Yohanes, Markus dan Matheus).

–         Roh Kudus berpindah dari satu masa ke masa berikutnya membutuhkan wadah (tubuh manusia) yang suci, yang mana, wadah yang satu dengan wadah penerusnya, saling terkait (saling mengenal / bertemu) di masa-masa hidupnya di dunia ini. Seperti Musa diteruskan oleh Yosua bin Nun (assisten Musa), Iskak diteruskan ke Yakub (anak Iskak), Yakub diteruskan ke Yusuf (anak Yakub), Samuel diteruskan oleh Saul, Saul diteruskan oleh Daud, Daud diteruskan oleh Sulaiman (anak Daud), Zakharia diteruskan ke Yohanes Pembaptis (Yahya / anak Zakharia), Yahya diteruskan ke Yesus (kemenakan Yahya), Yesus diteruskan ke Petrus (murid Yesus), dan dari Petrus diteruskan ke Yohanes (teman / murid Yesus). Tidak mungkin Roh Kudus berpindah secara acak, tanpa arah dan tanpa hubungan duniawi antara masa yang satu dengan masa berikutnya.

–         Roh Kudus adalah tali Allah, ZatNya yang suci dan mensucikan, Zat yang maha dahsyat, penuntun ke Surga dan Guru Sejati yang paling sejati.

–         Roh Kudus berpindah sambung menyambung dari satu masa ke masa berikutnya, dengan garis yang sambung menyambung yang sangat jelas juga silsilahnya.

–         Umat Nasrani banyak yang kurang memahami arti yang tersirat dalam Kitab Sucinya, sehingga sampai detik ini, ajaran Yesus dua ribu tahun yang lalu telah terdistorsi dengan hebatnya. Mereka lebih condong untuk mencari tubuh Yesus dari pada Roh Kudus yang telah berpindah ke murid-murid Yesus, sehingga mengakibatkan distorsinya ajaran Yesus dan terjadi proses MISING LINK Roh Kudus carier. Saat ini, upacara ke-agama-an di Gereja-gereja lebih bersifat tata cara seremonial dengan mengesampingkan peran Roh Kudus itu sendiri. Dogma-dogma Gereja lebih berkuasa daripada pencarian akan Tuhan dan Roh KudusNya, sehingga akan membahayakan umat Nasrani itu sendiri kelak di hari pembalasan.

–         Injil dan Kitab Suci menjelaskan dengan tegas tentang peran Roh Kudus dalam memenangkan tugas suci Yesus dan murid-muridnya serta para nabi yang pernah hidup di dunia ini dalam menjalankan misinya di dunia ini.

–         Dalam menjalankan misinya (sesuai dengan yang tertulis dalam Injil), Yesuspun mengalami proses penyucian, yaitu: Yang Pertama adalah ketika Beliau ada dalam kandungan Ibunda Maria, Yesus disucikan oleh Malaikat Jibril. Yang Kedua adalah ketika Beliau berusia dua belas tahun, Yesus disucikan di Sinagoga (Bait Allah / tempat sembahyang bangsa Yahudi). Yang Ketiga adalah ketika beliau akan mulai menyebarkan Injil, beliau berpuasa 40 hari 40 malam di gua yang sangat sepi, tidak makan dan tidak minum ketika Beliau berumur 30 tahun, Beliau disucikan oleh Malaikat dan mampu mengalahkan godaan setan. Yang Keempat adalah ketika ia dibai’at (atau dimandikan) oleh Yohanes Pembaptis, saat itulah maka Yesus sudah siap menjadi Roh Kudus carier. Yang Kelima adalah ketika Beliau di paku di kayu salib (kisah ini masih menjadi perdebatan sengit antara umat Islam dan Nasrani, sebab umat Islam tidak mengakui bahwa Yesus yang seorang wali Allah bisa disalib oleh manusia), tetapi kemudian Beliau bangkit dari mati dan masuk ke Surga.  Yang Keenam adalah buah dari kesemua pencucian di atas adalah Yesus bangkit dari antara orang mati dan diangkat ke Surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa di Surga dan menjadi Imam Mahdi.

Pecahnya agama-agama di dunia dapat terjadi karena mereka selalu menggunakan analisa pikiran dalam menterjemahkan Kitab Suci dan agama, tetapi bukan dengan kuasa Roh Kudus. Agama milik Tuhan hanya Tuhan saja yang berhak mengatakan suatu aliran itu sesat atau tidak, jadi dengan gampang dapat dituliskan BAHWA AGAMA SESAT ADALAH YANG TIDAK IKUT NABI-NABI, YAITU SIAPA SAJA YANG MENGESAMPINGKAN PERAN ROH KUDUSNYA SIAPAPUN DIA.

–         Dalam Kitab Suci dan Injil, ditegaskan bahwa sikap Fanatisme positif sebagai murid kepada Gurunya sangat dibutuhkan untuk menegakkan ajaran Yesus. Sikap fanatisme kepada Gurunya yang ditunjukkan Murid Yesus bernama Petrus dan Yohaneslah yang kemudian dapat menegakkan dan meneruskan tugas-tugas / ajaran-ajaran Yesus ketika Beliau diangkat ke Surga, sampai detik ini.

–         Meditasi atau berdiam diri mengosongkan keinginan dunia, merupakan syarat mutlak dalam pencucian diri. Nabipun mengalami proses-proses tersebut, yaitu: Musa di gunung Sinai, Yunus diperut ikan, Yusuf di dalam kedalaman sumur yang gelap, Daniel di gua penuh singa buas, Zakharia sebelum punya anak Yohanes Pembaptis harus mengalami kebisuan di sinagoga berhari-hari, Paulus buta selama 3 hari, Yohanes bermeditasi di Pulau Patmos sebelum menerima wahyu, Yohanes pembaptis meditasi di hutan dan hanya makan serangga dan madu, Tuhan Yesus di perut bumi, di gua, di rahim bunda Maria. Dan lain-lain, dan seterusnya.

 

 

 

GOD WHO WITH US IS CLOSE TO US IF WE KNOW HOW TO CLOSE THE HOLY SPIRIT OF GOD

GOD BLESS U GOD BLESS INDONESIA

 

LAMPIRAN 1

ROH KUDUS CARIER BERDASARKAN KITAB SUCI DAN INJIL

ALLAH BAPA DI SURGA

Adam

——— (terputus / tidak terecord)

Nuh

——————–(terputus / tidak terecord)

Abraham (Nabi Ibrahim)

Ishak (Nabi Iskak) / anak Ibrahim

Yakub / anak Ishak

Yusuf / anak Yakub

————- (terputus / tidak terecord)

Musa

Yosua bin Nun / assistent / panglima perangnya Musa

——–(terputus / tidak terecord)

Samuel

Saul

King David (Nabi/Raja Daud)

Solomo (Nabi Sulaiman) / anak Daud

———– (terputus / tidak terecord)

Elia (Nabi Ilyas)

Elisa / murid Elia (Nabi Ilyasa)

——— (terputus / tidak terecord)

Zakharia (Nabi Zakaria)

Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) / anak Zakaria

Tuhan Yesus Kristus (Nabi Isa) / kemenakan Yohanes Pembaptis

Petrus (murid Yesus)

Yohanes (murid Yesus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s