ROSARIO – ROSARIO

Image

A. PENDAHULUAN

Konsep sederhananya adalah “ JIKA KITA MENGGUNAKAN TATA CARA BERDOA, BERPUASA, BERAGAMA, BERROSARIO, MENYANYI DAN MENYEMBAH BAPA SEPERTI YANG TELAH DILAKSANAKAN OLEH PARA NABI DAN RASUL PADA JAMAN DAHULU (yang terbukti mampu berkomunikasi dengan Allah Bapa dan melihat Surga ketika masih hidup), MAKA KITAPUN AKAN BISA MENGALAMI KEJADIAN AJAIB SEPERTI YANG TELAH DIALAMI PARA NABI TERSEBUT”. Kejadian ajaib yang telah dialami Paulus dengan mendatangkan Malaikat di penjara pasti bisa kita laksanakan di abad modern sekarang ini. Kejadian melihat Surga seperti yang dilaksanakan oleh Yohanes dalam wahyunya pasti bisa kita laksanakan juga, kejadian ajaib para rasul ketika kedatangan nabi Elia dan Nabi Musa di taman Getsemani, kejadian diperut ikan Nabi Yunus dan kejadian-kejadian ajaib bersama Tuhan lainnya seperti yang ditulis dalam Kitab Suci dapat kita laksanakan di masa-masa sekarang ini. Haleluya…Ilmu para nabi itu tidak pudar, tetapi kitanya yang kurang mengikuti mereka itu…hingga akhirnya banyak orang beragama hanyalah seperti seremonial saja, tanpa punya kekuatan dari pancaran KasihNya…… KITAB SUCI HARUS MENJADI LANDASAN SEGALANYA DALAM HIDUP KITA…Apalah pendapat manusia harus diikuti ? bukankah ia bukan zat yang langgeng ? …DI KITAB SUCI SUDAH DITULIS PROSEDUR STANDAR YANG KOMPLET DAN LENGKAP DALAM MENEMBUS DIMENSI TUHAN DAN BERTEMU MUKA DENGAN MUKA DENGAN TUHAN, TETAPI KITA MASIH KURANG PERCAYA DAN MALAS UNTUK MEMPELAJARINYA DAN MELAKSANAKANNYA.

……KEHIDUPAN YANG UNLIMITED DISTANCE, KEHIDUPAN YANG AKHIR DARI SEGALA-GALANYA…KEHIDUPAN DUNIA BARU….KEHIDUPAN HANYA ROH……Bahwa Surga, Neraka, Alam Setan, dan Alam Bersama Tuhan itu hanyalah masalah perbedaan dimensi ruang, waktu dan jarak. Bisa ditembus dengan menggunakan metode tertentu seperti yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus (ini mengacu kepada kisah ketika Tuhan mengusir Setan dan memasukkan setan-setan itu ke kawanan babi yang kemudian masuk jurang, Tuhan bersabda “ Hal pengusiran setan ini hanya bisa dilaksanakan dengan berpuasa dan berdoa yang tentunya harus dengan metode khusus)“

Jadi agama di dunia ini terpecah-pecah tentang konsep mengenai Roh Kudus, dan bila dikelompokkan maka akan terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

  1. Kelompok 1. Percaya Roh Kudus, mampu berkomunikasi dengan Roh Kudus, mampu menghadirkan Roh Kudus dan mampu mengejawantahkan kekuatan Roh Kudus.
  2. Kelompok 2. Percaya Roh Kudus, tdk mampu berkomunikasi dengan Roh Kudus, tidak mampu menghadirkan Roh Kudus dan tidak mampu mengejawantahkan kekuatan Roh Kudus.
  3. Kelompok 3. Tdk percaya Roh Kudus, mencari Tuhan dengan cara lain, seperti mengikuti perintah dalam Kitab Suci, tetapi tidak mengakui keberadaan dan kuasa Roh Kudus.

B. ROSARIO YANG BERSTRATEGI

Sejarah doa rosario mengalami proses penyempurnaan dan disempurnakan oleh para suci pengikut Tuhan Yesus yang mencintai Bunda Maria dan mulai dibakukan oleh Paus Pius V (1568) dan mengeluarkan Ensikli “ Breviarium”, namun baru bisa diterima umat di abad XVII.

Rosario adalah gabungan pengulangan berkali-kali dari doa Bapa Kami dan Salam Maria, pengulangan ini akan mengakibatkan fokus hati, pikiran dan perasaan kita pada Tuhan, Allah Bapa di Surga. ITU KONSEP UTAMANYA ATAU KATA KUNCINYA.  

Konfisiusme menulis ZEN atau Pengulangan atau Practice akan membuat suatu aktivitas yang kita ulang-ulang itu mendarah daging dalam hati sanubari kita dan akan menyatu dalam jiwa raga kita. Setelah sempurna ZEN akan membentuk ZAZEN atau Zen diam, yaitu kehampaan menuju keabadian…… Itulah Moksa atau Manunggal dengan Sang Khalik atau terbang ke surga.

Jadi pengulangan dalam doa Rosario, dan doa dilaksanakan bertahun-tahun tanpa henti dan selalu dilakukan setiap hari akan mengakibatkan:

- Seluruh tubuh kita dari ujung rambut ke ujung kaki berisi doa-doa Bapa kami dan Salam Maria. Di nadi darah, di sunsum tulang, di aliran darah, di nafas kita, di jantung kita, di perut kita, di lidah kita, di otak kita, di perasaan kita, di roh kita, di raga kita, di hati sanubari kita, di jantung kita terisi full kedua doa tersebut. Dahsyat bukan?

- Ingat, Doa Bapa kami yang mengajarkan dan mencipta adalah Tuhan Yesus, sedangkan Doa Salam Maria adalah doanya para Malaikat kepada bunda Maria. Jadi jika 2 doa ajaib tersebut masuk ke seluruh sendi atau sel-sel tubuh kita, maka kita akan menjadi TUBUH DOA yang tahan terhadap serangan setan dan tipu muslihatnya.

- Dengan masuknya kedua doa tersebut di atas dalam tubuh kita, maka dosa kita akan dibersihkan dan dikikis sedikit demi sedikit hari demi hari oleh kuasa Roh KudusNya yang maha Dahsyat.

- Rosario akan memfokuskan semua panca indera kita kepada Allah Bapa Di Surga. Di masa itu terjadi (yaitu ketika anda benar 100 % konsentrasi full ke DIA), ANDA AKAN MELIHAT TUHAN MUKA DENGAN MUKA. Tetapi ini membutuhkan perjuangan bertahun-tahun dan tak kenal lelah serta pantang menyerah.

- Last but no least, Lakukan Doa Rosario saat ini juga, jangan nanti, dan jangan ditunda-tunda, dunia ini adalah semu dan sementara. Kekayaan akan sirna, kedudukan dan jabatan akan dilepas, kecantikan dan ketampanan akan keriput oleh waktu, pujian akan hanyut, pemerintahan akan hancur berkeping-keping, dan tubuh manusia akan membusuk menjadi tanah kembali. Tetapi DOA adalah ABADI, bersama Tuhan adalah kunci keberhasilan bagi makluk hidup, siapapun dia.

Image

Tata Cara Rosario Yang Berkekuatan :

  1. Rosario harus menggunakan strategi (The Way Of Strategy)

- Rosario harus dilaksanakan setiap hari dengan waktu yang sama (misalnya setiap malam jam 12 00, usahakan jangan sampai terlambat dan usahakan waktunya jangan berubah-ubah. Hal ini menumbuhkan disiplin waktu, ketekunan, keteguhan dan pengorbanan kita setiap waktu tertentu kepada Tuhan, Allah Bapa. Tuhan Yesus sendiri menggunakan waktu-waktu jam tigaan (3 malam) untuk berdoa di taman Getsemani atau di Gunung, ketika semua murid-muridnya terkantuk-kantuk). Waktu-waktu yang paling bagus adalah pada jam antara 12 malam sampai jam 04 pagi atau jam 07 pagi sampai jam 11 siang.

- Sebelum Rosario dimulai, usahakan membaca Kitab Suci dengan ayat bilangan ganjil kelipatan tiga. Misalnya 3 ayat, 9 ayat, atau 27 ayat. Hal ini untuk memfokuskan kita pada kecintaan pada Allah Bapa. Penggunaan bilangan kelipatan tiga sesuai dengan Trinitas atau Tritunggal Maha Kudus.

- Setelah itu, atur napas setenang-tenangnya sebelum memulai Rosario, kondisi nafas terengah-engah akan membuyarkan fokus kita kepada Tuhan. Dan kekurang fokus akan mengakibatkan doa Rosario hanyalah seremonial saja tanpa ada kekuatan ajaib dari Tuhan Yang menyertainya.

- Setelah itu, perhatikan detak jantung kita selama beberapa menit dengan memejamkan mata. Dengarkan detak jantung itu sefokus mungkin, ingat dengan detak itulah kita hidup, kita sering melupakan detak jantung itu. Detak itu adalah detak kehidupan kita, di situ kesucian terpancar, kedamaian terurai dan keteduhan hati bersinar laksana mentari di pagi hari. Teduh, lembut hati, tenang serta adem-ayem. (KONDISI YANG AJAIB DI TAHAP INI, ANDA BISA MENGALAMI MATI PANCAINDERA, YAITU TIDAK MENDENGAR SUARA, TIDAK MELIHAT DUNIA DAN BAHAGIA, SEBAB BEBAN DUNIA SUDAH MULAI DIANGKAT TUHAN DAN MELAUI GERBANG KERAJAAN DAMAI TUHAN)

- Setelah itu, bersihkan pikiran kita dengan terus memperhatikan detak jantung itu, jika masih terlintas urusan-urusan dunia, maka teruskan amati detak jantung kehidupan kita itu terus menerus dengan mengatur nafas yang tenang dan lembut.

- Setelah pikiran damai, tenang, teduh, redup, runduk dan diliputi cinta kepada Tuhan dan sesama, mintalah ampun segala kesalahan yang telah dibuat kepada Allah Bapa di surga.

- Bagian ini adalah merupakan pondasi keberhasilan ROSARIO YANG MEMPUNYAI KEKUATAN dan membedakan dengan Rosario-rosarioan yang asal-asalan.

- Setelah teduh dan lembut hati, mulaiah berRosario dengan mulai membuat tanda salib… dan seterusnya. Jika ditengah-tengah doa rosario masuk lagi pikiran dunia, kekawatiran dunia, marah, dan lain-lain, tenangkan diri dengan memperhatikan detak jantung dan hembusan nafas kita seperti tadi.

- Ciri kas Rosario asal-asalan adalah: si perosario ingin cepat-cepat menyelesaikan doa rosarionya, si perosario jenuh, tidak konsentrasi, suasana hati gundah tidak fokus dan pikiran nglambrang kemana-mana. Rosario asal-asalan ini seperti ARANG HABIS BESI BINASA tidak berguna dan menghabiskan waktu saja.

Image

  1. Rosario harus menggunakan tempo dan waktu yang benar

- Ucapkan setiap doa dengan tempo yang sama dan benar serta optimum.

- Jangan mengucapkan doa dengan tempo cepat dan tergesa-gesa, yang akan mengakibatkan perbedaan arti doa. Ucapkan artikulasi kata-kata dalam doa dengan jelas dan baik yang meresap ke dalam hati sanubari, pikiran dan perasaan kita.

- Ucapkan doa jangan terlalu pelan yang mengakibatkan mengantuk dan jangan juga terlalu cepat yang akan mengakibatkan berbaur dan samarnya arti doa.

- Jangan berdoa rosario pada kondisi yang sedang sibuk atau penat hati, jika penat teduhkan, jika sibuk selesaikan urusan atau tunda sama sekali urusan itu. Ketergesa-gesaan pelaksanaan Rosario akan mempengaruhi mutu Rosario tersebut.

- Ingat, jangan pelan-pelan dan jangan cepat-cepat, harus optimum pembacaan doanya.

- Jika dilaksanakan bersama-sama, usahakan semua peserta juga memahami dan menyamakan prosedurnya. Jangan biasakan anak-anak dengan segala aktivitasnya mengganggu konsentrasi doa rosario, sebab pada waktu doa ini kita benar-benar meninggalkan urusan dunia dan hanya untuk Tuhan, termasuk urusan anak-anak kita.

- Usahakan Rosario di jam-jam kihmat dan afdol. Yaitu jam 12 00 malam sampai jam 4 00 pagi.

- Harus disiplin dan pantang menyerah, jika kita sudah menetapkan setiap jam 12 malam setiap harinya, maka lakukanlah. Jangan bolong-bolong doanya, misalnya hari ini iya besok tidak, harus kontinyu…..dan teratur. Kegiatan ini akan membentuk jiwa disiplin, pantang menyerah dan ketekunan.

- Lakukanlah sahabatku, ini akan membuatmu teduh dan tenang menghadapi dunia baik dunia sekarang ataupun dunia akhirat nanti yang abadi.

- Jadikanlah tubuhmu gelas yang kosong yang siap diisi dengan doa-doa yang maha dahsyat yang menghapus dosa dan meneduhkan hati kita. Disiplin dan kontinyu adalah factor kunci keberhasilan.

- Alkisah, ada seorang miskin tua yang kurus badannya. Ia tinggal di samping rumah/biara Mother Teresa di Kalkuta. Setiap pagi-pagi benar, ia selalu bangun dan membersihkan halaman depan biara Mother Teresa dari dedaunan dan ranting pohon yang jatuh dengan mengambilnya dengan tangan tanpa bantuan sapu. Demikianlah selalu pekerjaan setiap paginya, mengambil dedaunan dan ranting yang jatuh di muka Biara dengan tangannya sampai akhirnya Mother Teresa mengetahui aktivitas itu dan merasa iba-kasihan kepada perempuan tua yang miskin tersebut. Oleh karena kelembutan hati dan cintanya Mother Teresa kepada kaum miskin papa, maka Mother Teresa mengutus Biarawati yang lebih muda untuk memanggil tukang kebun, supaya membersihkan dedaunan dan ranting yang jatuh di depan Biara tersebut sebelum perempuan tua miskin itu datang. Ketika perempuan tua miskin itu datang, maka dilihatnya halaman biara sudah bersih dari dedaunan, maka menangislah perempuan tua itu sekeras-kerasnya dan sejadi-jadinya sampai terdengar Mother Teresa dan menghentikan doa paginya. Ia berlari keluar dan melihat Si Perempua Tua Miskin sedang bersimpuh dan menangis serta mengatakan dengan pilu “ Siapa yang tega mengambil daun-daun dan rantingku pagiku ini…..? “. Mother Teresa mendekati Perempuan Tua Miskin itu dan melihat Mother Teresa mendekat, maka Perempuan Tua itu memeluk kaki Mother Teresa erat-erat dengan tangisnya yang memilukan semakin menjadi-jadi “ Siapakah yang kejam dan tega mengambil daun-daun dan rantingku di muka biara ini? Siapakah manusia kejam itu….” Mother Teresa keheranan setengah mati, ia bukanlah kejam, tetapi kasihan dengan perempuan tua itu, maka ia menyuruh tukang kebun untuk membersihkan dedaunan itu. Akhirnya Mother Teresa mencari sebab akan keheranannya itu, katanya “Ibuku, kenapa ibu menangis seperti ini, saya yang menyuruh membersihkan dedaunan ini sebab karena kasihku kepada ibu, apakah alasannya ibu menuduh aku ini kejam..?” Si Ibu semakin menangis sejadinya, ternyata bahwa Mother Teresalah yang menyuruh membersihkan dedaunan dan ranting itu, dan ia sudah terlanjur mengatakan kejam untuknya. Jawabnya dengan semakin memilukan “ Mother Teresa, saya adalah perempuan tua miskin, saya tidak mampu menolong orang seperti yang telah dilakukan oleh engkau, tetapi biarkanlah aku membersihkan dedaunan di muka biara engkau, sebab setiap aku mengambil satu daun yang jatuh, saya ucapkan satu doa Salam Maria, dan setiap kutemukan ranting yang jatuh aku ucapkan satu doa Bapa Kami yang aku persembahkan untukmu. Jika saat ini aku temukan halaman rumahmu bersih, bagaimanakah aku harus berdoa dan mempersembahkannya untukmu?”. Sekarang yang menangis tidak hanya perempuan tua miskin itu, Mother Teresapun ikut menangis terisak-isak akan jawaban perempuan tua miskin itu. “Demikian cintanya seorang miskin kepada Tuhan, maka hatiku lebih terbuka lagi, perempuan tua ini banyak mengajarkan kehidupan yang teduh kepadaku, kehidupan penuh dengan doa, ternyata dengan daunpun perempuan tua ini menunjukkan cintanya kepada Allah Bapa di Surga dan aku hambaNya.” Pikir Mother Teresa di dalam hatinya. Sejak saat itu, maka Mother Teresa membiarkan Perempuan tua itu membersihkan halaman depan Biaranya. Ketika perempuan tua itu kemudian meninggal dunia, maka Mother Teresa membuat peti mati dari dedaunan dan ranting yang jatuh di muka Biara. Well. Do you have any point to this true story? Disiplin, tepat waktu, pantang menyerah, pengulang-ulangan dan konsisten dalam doa. INI POINTNYA.

  1. Rosario harus dilaksanakan secara berulang-ulang tanpa henti.

Alkisah tentang seorang anak di China daratan bernama Lipai (nama anak masa kecil Konfisius), setiap pulang dari acara sembahyang di Vihara, Lipai selalu melihat aktivitas seorang nenek tua sedang mengasah tongkat besi dengan batu asah, terus dan terus. Lama kelamaan Lipai jadi penasaran tentang apa yang telah dilakukan nenek tua tersebut, dan ada keinginan hatinya untuk menanyakan kepada si nenek Tua tersebut.

Maka, disuatu pagi setelah acara sembahyang di Vihara, Lipai Bertanya kepada Nenek tua tersebut “Nek, saya selalu memperhatikan nenek setiap pagi, saya lihat nenek selalu mengasah tongkat besi ini tanpa henti dan tanpa lelah, sebenarnya apakah yang sedang nenek lakukan ini ?”

Kata Nenek “Saya sedang membuat jarum untuk menyulam baju dari tongkat besi ini

Mata Lipai terbelalak, bukankah tonkat besi itu diameternya 5 cm, sedangkan jarum diameternya 1 mm, sampai berapa tahunkah jarum itu bisa dibuat dengan cara mengasah tongkat besi menjadi jarum hanya dengan batu asah ? pikir Lipai.

Pertanyaan Lipai tidak terjawab dan semakin gundah ketika setiap pagi melihat kegiatan nenek tua tersebut mengasah tongkat besi itu tanpa henti-henti.

Akhirnya suatu saat ia diberi pelajaran untuk berdoa dengan tasbih ala Budha, yaitu membaca doa yang berulang-ulang untuk memfokuskan diri. Pendeta Budha sering mendoa dengan cara mengulang-ulang untuk memfokuskan diri kepada Tian (Tuhan) dengan menggunakan tasbeh yang butir-butir tasbehnya sebesar kelereng terbuat dari kayu akasia.

Kisah di atas sebagai cikal-bakal timbulnya istilah ZEN dalam ajaran Konfisiusme, yang sebenarnya merupakan hal yang general di seluruh agama di dunia. PENGULANGAN, PENGULANGAN DAN PENGULANGAN atau PRACTISE, PRACTISE DAN PRACTISE atau LATIHAN, LATIHAN DAN LATIHAN.

JADI PERGI KESURGA ITU BUTUH PRAKTISE ATAU LATIHAN, DI DUNIA INILAH LATIHAN ITU BERLANGSUNG. SIAPA YANG BERLATIH MEMBUNUH DI DUNIA, MAKA IA AKAN DIBUNUH DI SURGA. SIAPA YANG BERLATIH BERDOA DI DUNIA, MAKA IA AKAN DIDOAKAN DI SURGA. SIAPA BERLATIH MEMBERI MAKAN ANAK MISKIN, MAKA DI SURGA IA AKAN DIBERI MAKAN. SIAPA BERLATIH MENIPU, MAKA IA AKAN DITIPU DI SURGA DST.DST.

Rosario juga menerapkan methode ZEN di atas, yaitu pengulangan doa berkali-kali dan bertahun-tahun tanpa henti seperti yang dilaksanakan oleh seorang Nenek tua yang sedang mengasah tongkat besi menjadi sebuah jarum. Jadi doa rosario akan bermujikzat atau berkekuatan ajaib atau berhasil jika dilaksanakan bertahun-tahun dan berulang-ulang tanpa henti dan tanpa lelah.

Rosario bukanlah doa seremonial, tetapi doa yang menjadikan pendoanya menjadi sakti mandraguna, teduh, tenang, suci dan halus budinya jika dilaksanakan dengan metode yang benar. Jadi jika kita hanya berdoa rosario bolong-bolong, tidak dilaksanakan tepat waktu di hari dan jam yang sama, sering ngantuk dan tidak konsentrasi serta terkesan asal-asalan maka bisa dikatakan doa rosarionya tergantung di awang-awang atau nglambrang tanpa dibalas Tuhan Semesta Alam. Doa Rosario harus memenuhi syarat-syaratnya, tidak ngawur dan seenaknya.

Untuk mencapai tingkat yang mengagumkan dari doa rosario yang akan menyelamatkan kita di hari akhir dunia ini, maka harus diulang-ulang bertahun-tahun dan ratusan, ribuan, jutaan serta milyaran kali semasa kita hidup di dunia ini, jangan sampai satu hari Ibu kosong tanpa doa Rosario ini.

Dengan pengulangan doa Rosario ini, maka Rosario yang hanya seremonial suatu saat nanti akan berubah menjadi Rosario yang bermukjizat yang bisa menghantarkan kita bertemu dengan Allah Bapa di Surga Muka dengan Muka lewat kuasa Roh Kudus yang Agung dan kuasa-kuasa Roh Allah yang lainnya.

Kata Kuncinya adalah pengulangan, pengulangan dan pengulangan. Latihan, latihan dan latihan.

Image

  1. VOID. Kesempurnaan Rosario Kita akan mencapai kehampaan di dalam pangkuan Allah Bapa di Surga.

Pada suatu saat, Rosario anda akan mencapai tingkatan tertentu, di level tertinggi, Rosario akan menghantarkan anda ke pada VOID (Mushin, Ku, Hampa, No Mind) yaitu momen kehampaan di dalam pangkuan Allah Bapa Di Surga. VOID itulah yang dialami oleh Yohanes ketika menerima wahyu di Pulau Patmos… VOID itulah yang dialami oleh Yesaya ketika berbicara dengan Tuhan, Yehezekiel ketika berbaur dengan Roh Kudus, Yunus ketika di perut ikan menangis, Musa di gunung Sinai, Daud di gua, Adam, Henokh yang naik kesurga beserta dengan tubuh-tubuhnya, Elia yang naik ke surga, Elisa, dan lain-lain, dan lain lain. Sudahkah anda mengetahui kisah hebat mereka bersama Tuhan, semua tertulis di dalam Kitab Suci.

Seperti tertulis dalam Kitab Suci, jika tubuhmu, rohanimu, nafasmu, dan semua tentangmu bermesraan dengan Kekasih Sejatimu, yaitu Roh Kudus Allah, maka Kekasih Sejatimu itu akan memberikan kepadamu Rahasia-RahasiaNya yang tersembunyi kepadamu, dan engkau akan dimampukan menemuiNya. Surga bukanlah fatamorgana yang tidak dapat disentuh, BISA !, asalkan ibu selalu bermesraan denganNya, baik dengan doa, hening, nyanyian, menolong orang dan semua kegiatan yang bertujuan untuk mencuri kasihNYA. Jangan terlalu mencari kasih Dunia yang hanya sebentar tetapi melupakan kasihNya yang abadi.

Kesempurnaan Rosario bisa tercapai dan membuat haru bagi pelaksanaannya jika sudah mencapai tingkat VOID ini, sebab benar-benar bisa melihat damainya alam Ketuhanan…. Keindahan Tuhan, dan hampa terisi dengan pujian-pujian kemuliaan Sang Pencipta yang agung….. suatu situasi yang teduh, terang benderang, sejuk, indah, eternal live, halus, lembut seperti salju, damai yang sempurna, kasih Tuhan yang mengharukan, runduk di kaki Tuhan

KEMATIAN HANYALAH TITIK AWAL DALAM KEHIDUPAN YANG ABADI, SEDANG VOID ADALAH TRAINING MENGHADAPI KEHIDUPAN YANG ABADI. Jadi VOID adalah vital bagi murid Yesus.

Jika belum mencapai tahap ini, maka saat inilah waktunya untuk bangun dan bangkit untuk memulai Rosario yang benar. Mulailah dengan doa Rosario satu hari sekali…. Kemudian ditingkatkan menjadi dua kali sehari… dan ditingkatkan lagi menjadi 3, dan seterusnya sampai maksimal, sehingga… setiap harinya kita full dengan doa-doa dan doa, hening dan hening, teduh dan meneduhkan… damai dan mendamaikan….. demikianlah seterusnya……

Jangan menunggu besok, besok kita tidak tahu ada apa, misteri tentang besok adalah rahasia Tuhan, tetapi sekarang, detik ini, adalah pilihan kita. Pilihan kita untuk menang atau kalah, menang harus dengan latihan yang disiplin, sedangkan kalau kalah hanya berlenggang kangkung saja. Marilah kita bersatu padu untuk menang… dan berdoa setiap hari, hari ini kita mulai.

Doa Rosario yang mempunyai kekuatan dan berkekuatan dapat dilaksanakan oleh setiap insan manusia, setiap suku dan ras manusia, intinya harus yang benar dan berstrategi tidak asal-asalan. Harus diulang-ulang terus, dan di laksanakan bertahun-tahun tanpa henti, tanpa menyerah.

KONTINYU, DISIPLIN, PANTANG MENYERAH DAN BERULANG-ULANG.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s